kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Eksportir Soroti Lonjakan Harga Kopi dan Desak Pemerintah Dorong Produksi


Minggu, 30 November 2025 / 18:42 WIB
Eksportir Soroti Lonjakan Harga Kopi dan Desak Pemerintah Dorong Produksi
ILUSTRASI. Biji kopi pilihan jenis Robusta hasil tani dari petani kopi di Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember, Jawa Timur (11/5/2023). KONTAN/Cheppy A. Muchlis. Pelaku usaha menilai kenaikan ekspor kopi pada kuartal III-2025 lebih banyak dipicu kenaikan harga yang signifikan, alih-alih kenaikan produksi.


Penulis: Chelsea Anastasia | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai ekspor kopi mengalami lonjakan pada akhir kuartal III-2025. Pelaku usaha menilai peningkatan tersebut lebih banyak dipicu kenaikan harga yang signifikan, alih-alih kenaikan produksi.

Berdasarkan data BPS, nilai ekspor kopi pada September 2025 melonjak ke US$ 734,1 juta pada September 2025, dari US$ 255,2 juta pada Agustus 2025.

Saimi Saleh, Presiden Direktur PT Indokom Citra Persada, mengatakan bahwa harga dua jenis biji kopi Indonesia memang melonjak sejak kuartal III-2025.

“Harga Robusta itu naik dua kali lipat, sedangkan Arabika kurang lebih hampir tiga kali lipat,” katanya saat dihubungi Kontan, Minggu (30/11/2025).

Baca Juga: Dukung Penanggulangan Bencana, Pertamina Patra Niaga Dorong Distribusi Energi

Ia menjelaskan bahwa kenaikan harga kopi secara global didorong oleh memanasnya tensi geopolitik di luar negeri. Kebijakan tarif Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump juga menjadi salah satu sentimen yang ikut menekan pasar.

“Nah, kemudian kenaikan harga juga terjadi karena kemarau, drought. Pasokan Brazil berkurang, pasokan Vietnam berkurang,” tuturnya.

Menurut Saimi, di Indonesia penurunan pasokan juga terjadi karena minimnya keterlibatan pemerintah dalam ekspor kopi sejak lama.

Ia pun mendorong pemerintah untuk bekerja sama dengan masyarakat dan menjadikan ekspor kopi sebagai proyek strategis nasional (PSN). “Sebaiknya, pemerintah dapat menargetkan bagaimana Indonesia dalam 10 tahun ke depan bisa mengalahkan produksi Brazil,” katanya.

Lebih lanjut, Saimi mengusulkan agar kementerian seperti Kementerian Pertanian dan Kementerian Keuangan dapat menginstruksikan bupati hingga anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk mewajibkan peningkatan produksi komoditas, termasuk kopi dan kakao.

Pasalnya, pelaku usaha tidak memiliki ruang untuk menambah produksi. Saimi menyebut, produksi hanya dapat dilakukan oleh pemerintah.

“Dari segi nilai kami tidak bisa menargetkan, karena yang menentukan kondisi dunia. Tapi kita hanya bisa menaikkan produksi, melalui pemerintah yang memiliki kekuatan untuk itu,” pungkasnya.

Baca Juga: Antisipasi Lonjakan Trafik Natal dan Tahun Baru, Telkomsel Perkuat Kapasitas Jaringan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×