Reporter: Chelsea Anastasia | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai ekspor kopi mengalami lonjakan pada akhir kuartal III-2025. Pelaku usaha menilai peningkatan tersebut lebih banyak dipicu kenaikan harga yang signifikan, alih-alih kenaikan produksi.
Berdasarkan data BPS, nilai ekspor kopi pada September 2025 melonjak ke US$ 734,1 juta pada September 2025, dari US$ 255,2 juta pada Agustus 2025.
Saimi Saleh, Presiden Direktur PT Indokom Citra Persada, mengatakan bahwa harga dua jenis biji kopi Indonesia memang melonjak sejak kuartal III-2025.
“Harga Robusta itu naik dua kali lipat, sedangkan Arabika kurang lebih hampir tiga kali lipat,” katanya saat dihubungi Kontan, Minggu (30/11/2025).
Baca Juga: Dukung Penanggulangan Bencana, Pertamina Patra Niaga Dorong Distribusi Energi
Ia menjelaskan bahwa kenaikan harga kopi secara global didorong oleh memanasnya tensi geopolitik di luar negeri. Kebijakan tarif Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump juga menjadi salah satu sentimen yang ikut menekan pasar.
“Nah, kemudian kenaikan harga juga terjadi karena kemarau, drought. Pasokan Brazil berkurang, pasokan Vietnam berkurang,” tuturnya.
Menurut Saimi, di Indonesia penurunan pasokan juga terjadi karena minimnya keterlibatan pemerintah dalam ekspor kopi sejak lama.
Ia pun mendorong pemerintah untuk bekerja sama dengan masyarakat dan menjadikan ekspor kopi sebagai proyek strategis nasional (PSN). “Sebaiknya, pemerintah dapat menargetkan bagaimana Indonesia dalam 10 tahun ke depan bisa mengalahkan produksi Brazil,” katanya.
Lebih lanjut, Saimi mengusulkan agar kementerian seperti Kementerian Pertanian dan Kementerian Keuangan dapat menginstruksikan bupati hingga anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk mewajibkan peningkatan produksi komoditas, termasuk kopi dan kakao.
Pasalnya, pelaku usaha tidak memiliki ruang untuk menambah produksi. Saimi menyebut, produksi hanya dapat dilakukan oleh pemerintah.
“Dari segi nilai kami tidak bisa menargetkan, karena yang menentukan kondisi dunia. Tapi kita hanya bisa menaikkan produksi, melalui pemerintah yang memiliki kekuatan untuk itu,” pungkasnya.
Baca Juga: Antisipasi Lonjakan Trafik Natal dan Tahun Baru, Telkomsel Perkuat Kapasitas Jaringan
Selanjutnya: Kejagung Cabut Pencekalan Victor Rachmat Hartono, Begini Respons Manajemen Djarum
Menarik Dibaca: Hasil Syed Modi India International 2025, Indonesia Bawa Pulang Juara Ganda Campuran
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













