kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.946.000   102.000   3,59%
  • USD/IDR 16.785   0,00   0,00%
  • IDX 8.063   -59,30   -0,73%
  • KOMPAS100 1.131   -5,59   -0,49%
  • LQ45 823   -0,70   -0,08%
  • ISSI 284   -4,60   -1,59%
  • IDX30 430   -0,08   -0,02%
  • IDXHIDIV20 515   0,22   0,04%
  • IDX80 126   -0,31   -0,25%
  • IDXV30 141   -0,15   -0,11%
  • IDXQ30 139   -0,40   -0,28%

Enggan bicara kerugian, Pertamina fokuskan penanganan di Blok ONWJ


Senin, 22 Juli 2019 / 20:40 WIB
Enggan bicara kerugian, Pertamina fokuskan penanganan di Blok ONWJ


Reporter: Filemon Agung | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pertamina (Persero) memastikan pihaknya terus melakukan penanganan intensif terhadap kebocoran gas dan tumpahan minyak di sumur migas lepas Pantai YYA-1 area Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ).

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati bilang sejumlah upaya pencegahan telah dilakukan oleh Pertamina termasuk menerapkan oil boom demi mencegah penyebaran tumpahan minyak di lautan. "Langkah pencegahan demi memastikan tidak terjadi isu lingkungan lanjutan," ujar Nicke ketika ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Senin (22/7).

Sementara itu, Direktur Hulu Pertamina, Dharmawan Samsu mengungkapkan Pertamina tidak sendirian dalam menangani permasalahan ini. "Sejumlah KKKS dan Stakeholder turut menawarkan bantuan dan kita berterima kasih sekali," jelas Dharmawan.

Dharmawan sendiri memastikan sejauh ini Pertamina lebih memilih fokus pada penanganan karyawan serta komunitas ketimbang membahas kerugian yang ditimbulkan dari kejadian ini.

Meski demikian, Dharmawan menyebut target produksi tidak akan mundur sebab pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah alternatif. "Sudah perintahkan tim perencanaan dan evaluasi kinerja untuk melihat kesempatan," sebut Dharmawan.

Lebih jauh ia menambahkan, tim ini telah ditugaskan sejak pekan lalu dan masih ada waktu lima hingga enam bulan untuk mencari peluang dalam mencegah terlambatnya produksi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×