kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Erajaya bakal tambah jualan merek baru di 2018


Kamis, 14 September 2017 / 17:11 WIB


Reporter: Andy Dwijayanto | Editor: Rizki Caturini

KONTAN.CO.ID -  PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) tetap membuka diri untuk terus menambah koleksi merek perangkat elektronik untuk dijual di gerainya. Namun manajemen Erajaya tidak akan mengenalkan brand baru lagi di sisa tahun ini setelah membawa brand Go Pro dan Xiaomi ke Indonesia.

Djatmiko Wardoyo, Director of Marketing and Communications ERAA mengatakan, kemungkinan pihaknya baru akan mendatangkan brand baru pada tahun depan. Sudah ada beberapa produk gadget yang akan masuk ke Indonesia yang sudah melakukan pendekatan dengan Erajaya. 

“Tetapi akan tetap lihat pasar dan komitmen brand tersebut seperti apa,” ujarnya kepada KONTAN, Rabu (13/9).

Saat ini Erajaya memegang belasan merek yang dijual di gerai Erafone dan iBox. Dari belasan merek tersebut, setiap tahun Erajaya mengenalkan produk baru kepada pasar seperti produk keluaran baru dari merek ternama seperti Samsung dan Apple.

Menurutnya, saat ini brand Samsung masih cukup dominan di gerai-gerai miliknya, namun penjualannya juga dikuntit oleh penjualan Apple yang juga baru mengenalkan produk baru Iphone 8 dan Iphone X.

“Setiap tahun tidak hanya Samsung dan iPhone, penjualan produk-produk asal China itu juga cukup tinggi. Tapi Samsung tetap dominan,” lanjutnya.

Menurutnya, selain Samsung dan Apple, penjualan produk asal China seperti Oppo, Vivo, Xiaomi, Lenovo, dan Motorola memiliki pasar sendiri. Pasalnya, dengan spesifikasi yang cukup baik harga jual produk buatan China tersebut cukup ramah dikantong konsumen.

“Ada yang tumbuh signifikan seperti Oppo, Vivo dan Xiaomi yang punya pasar sendiri yang sangat militan. Lenovo dan Motorola juga punya pasar sendiri, jadi ini merupakan kombinasi yang cukup baik di antara produk gadget ,” tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×