kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.595.000   15.000   0,58%
  • USD/IDR 17.913   -75,00   -0,42%
  • IDX 6.098   -23,40   -0,38%
  • KOMPAS100 790   -3,70   -0,47%
  • LQ45 605   -3,07   -0,50%
  • ISSI 212   -0,25   -0,12%
  • IDX30 335   -2,03   -0,60%
  • IDXHIDIV20 427   0,08   0,02%
  • IDX80 90   -0,41   -0,45%
  • IDXV30 115   0,19   0,17%
  • IDXQ30 109   -0,21   -0,19%

Erajaya (ERAA) Bidik Pertumbuhan Bisnis Food & Nourishment


Rabu, 30 September 2026 / 14:17 WIB
Erajaya (ERAA) Bidik Pertumbuhan Bisnis Food & Nourishment
ILUSTRASI. PT Erajaya Swasembada Tbk terus memperluas sumber pertumbuhan bisnis di luar lini utama elektronik dengan mengembangkan segmen Food & Nourishment (Dok/ERAA)


Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) terus memperluas sumber pertumbuhan bisnis di luar lini utama elektronik dengan mengembangkan segmen Food & Nourishment. Melalui anak usahanya, Erajaya Food & Nourishment (EFN), perseroan memperkuat portofolio bisnis makanan, minuman, grocery, dan lifestyle.

EFN merupakan lini bisnis Erajaya yang bergerak di sektor makanan dan minuman dengan sejumlah konsep usaha, mulai dari jaringan restoran, kafe dan toko roti hingga toko bahan kebutuhan sehari-hari atau grocery store.

Saat ini, portofolio Erajaya Food & Nourishment mencakup sejumlah merek, seperti Paris Baguette, Bacha Coffee, Curry Up, CHAGEE, Wetzel’s Pretzels, dan GrandLucky Superstore.

Erajaya melihat bisnis food, grocery, dan lifestyle masih memiliki ruang pertumbuhan seiring dengan meningkatnya kebutuhan serta perubahan preferensi konsumen.

Baca Juga: Toyota TMMIN Buka Peluang Ekspor Veloz Hybrid, Pasar Domestik Jadi Prioritas

Head of Legal Counsel & Corporate Affair Erajaya Group Amelia Allen mengatakan, EFN menunjukkan perkembangan positif dan terus memberikan kontribusi terhadap kinerja perusahaan.

“Sejalan dengan perkembangan tersebut, EFN terus memperkuat fundamental bisnis serta membangun portofolio dengan karakteristik dan peluang pertumbuhan yang beragam,” kata Amelia kepada Kontan, Rabu (30/9/2026).

Menurut Amelia, Erajaya tidak hanya mengukur perkembangan EFN berdasarkan pertumbuhan pendapatan. Perseroan juga memperhatikan kemampuan setiap lini bisnis dalam membangun profitabilitas, menjaga ketahanan bisnis, dan menciptakan nilai secara berkelanjutan.

Dia menjelaskan, masing-masing bisnis memiliki karakteristik yang berbeda, baik dari sisi siklus bisnis, margin, frekuensi transaksi maupun sensitivitas terhadap perubahan pasar. Oleh karena itu, pengembangan EFN akan diarahkan untuk memperkuat fundamental bisnis dalam jangka panjang.

“Fokusnya bukan semata-mata pada seberapa besar bisnis dapat tumbuh dari sisi revenue, tetapi juga pada bagaimana setiap bisnis dapat membangun fundamental yang kuat dan menciptakan value secara berkelanjutan,” ujarnya.

Perkuat Hubungan dengan Konsumen

Amelia menambahkan, pengembangan bisnis food, grocery, dan lifestyle juga menjadi bagian dari strategi Erajaya untuk membangun hubungan yang lebih dekat dengan konsumen.

Tingginya frekuensi interaksi pada sektor tersebut dinilai dapat memberikan pemahaman lebih baik mengenai kebutuhan, preferensi, dan perilaku konsumen.

Selain itu, Erajaya melihat bisnis food and beverage (F&B) memiliki peluang yang semakin luas karena berkembang menjadi bagian dari lifestyle dan community di berbagai segmen konsumen.

Baca Juga: Tambang Ilegal Hambat MIND ID, Pengamat: Potensi Kerugian Negara Besar

Dari sisi pengembangan bisnis, EFN juga akan memperkuat value chain. Melalui GrandLucky, misalnya, EFN mengeksplorasi hubungan yang lebih dekat dengan sumber produk, termasuk petani dan pelaku usaha yang terlibat dalam rantai pasok.

Pendekatan direct sourcing, pemanfaatan teknologi dan infrastruktur, serta pengembangan praktik pertanian yang lebih modern menjadi bagian dari upaya perusahaan membangun rantai pasok yang lebih efisien dan resilien.

Tambah Portofolio Bisnis F&B

Dari sisi portofolio, EFN juga akan menghadirkan sejumlah merek baru, di antaranya I'm Donut? dan Oriental Kopi. Penambahan portofolio tersebut ditujukan untuk menjawab kebutuhan konsumen yang terus berkembang.

Erajaya akan terus mengevaluasi pengembangan EFN dengan mempertimbangkan relevansi terhadap konsumen, potensi skala bisnis, kekuatan value chain, serta kemampuan masing-masing bisnis dalam membangun profitabilitas dan resiliency.

Sebagai informasi, berdasarkan laporan keuangan perseroan, penjualan neto segmen Erajaya Food & Nourishment mencapai Rp1,74 triliun, meningkat dibandingkan Rp1,33 triliun pada periode sebelumnya. Dengan demikian, penjualan segmen tersebut tumbuh sekitar 31,5%.

Realisasi penjualan EFN tersebut menyumbang sekitar 4,1% terhadap total penjualan neto Erajaya yang mencapai Rp42,9 triliun.

Sementara itu, laba kotor konsolidasian perseroan tercatat Rp4,8 triliun. Kontribusi terbesar berasal dari kelompok produk telepon seluler dan tablet sebesar Rp2,91 triliun, disusul aksesoris dan lainnya Rp1,21 triliun, produk active dan lifestyle Rp411,95 miliar, serta komputer dan elektronik Rp263,38 miliar.

Baca Juga: Penambangan Tanpa Izin Bayangi Rantai Pasok Emas, Begini Respons Antam (ANTM)i

Sebagai bagian dari strategi tersebut, EFN melihat bisnis F&B bukan hanya sebagai perdagangan makanan dan minuman, tetapi juga sebagai bagian dari perkembangan lifestyle dan community.

Karena itu, perusahaan mempertimbangkan relevansi produk dan value proposition untuk membangun bisnis yang dapat mempertahankan konsumen dalam jangka panjang.

Kinerja Keuangan Erajaya

Di sisi kinerja keuangan, ERAA membukukan penjualan sebesar Rp42,90 triliun pada semester I-2026. Realisasi tersebut melonjak 22,39% secara tahunan atau year on year (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp35,05 triliun.

Secara rinci, penjualan dari segmen telepon seluler dan tablet mencapai Rp32,45 triliun. Kemudian, komputer dan elektronik konsumen sebesar Rp2,4 triliun, produk active dan lifestyle Rp1,74 triliun, serta penjualan dari aksesoris dan lain-lain sebesar Rp6,3 triliun.

Dari sisi laba bersih, ERAA mencatatkan laba sebesar Rp784,02 miliar pada semester I-2026. Angka tersebut tumbuh 37,96% dibandingkan laba bersih Rp568,30 miliar pada semester I-2025.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU

[X]
×