Reporter: Vina Elvira | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) menilai periode Ramadan dan Lebaran 2026 masih akan menjadi salah satu momentum penting bagi kinerja penjualan ritel elektronik.
Head of Legal Counsel & Corporate Affair Erajaya Group, Amelia Allen, mengatakan bahwa pada 2026 prospek penjualan ritel elektronik relatif positif, terutama karena karakteristik Ramadan dan Lebaran yang identik dengan peningkatan aktivitas konsumsi rumah tangga.
“Pada 2026, kami memandang prospeknya relatif positif seiring dengan kebutuhan masyarakat terhadap perangkat pendukung produktivitas, hiburan, dan konektivitas selama momen kebersamaan,” ujar Amelia, kepada Kontan.co.id, Senin (2/2).
Namun demikian, perseroan tetap mencermati perubahan pola belanja masyarakat yang kini semakin selektif dan rasional. Karena itu, pendekatan bisnis yang dijalankan tidak hanya bertumpu pada volume penjualan, tetapi juga pada relevansi produk dan kualitas pengalaman belanja pelanggan.
Baca Juga: HPE Emas dan Tembaga Naik, Jadi Angin Segar Kinerja MDKA Awal 2026
Secara historis, periode Ramadan-Lebaran memberikan kontribusi musiman terhadap penjualan tahunan ERAA. Momentum ini kerap dimanfaatkan konsumen untuk memenuhi berbagai kebutuhan, termasuk produk elektronik.
Meski begitu, manajemen menegaskan bahwa strategi pertumbuhan perseroan tidak bergantung pada satu periode tertentu.
“Namun demikian, kami memandang kinerja tahunan secara lebih menyeluruh dan tidak bergantung pada satu periode tertentu,” jelas Amelia.
Dalam menjaga kesinambungan kinerja, Erajaya merancang strategi bisnis agar tetap relevan sepanjang tahun dengan memanfaatkan berbagai momentum lainnya, sehingga pertumbuhan yang diupayakan bersifat lebih berimbang dan berkelanjutan.
Dari sisi produk, perseroan melihat minat konsumen selama Ramadan masih akan didominasi oleh kategori yang mendukung konektivitas dan produktivitas harian. Pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) juga menjadi faktor pendorong permintaan, terutama untuk produk dengan rentang harga yang beragam.
“Selama periode Ramadan, minat konsumen cenderung mengarah pada produk-produk yang mendukung konektivitas dan produktivitas sehari-hari. Smartphone, perangkat wearable, serta ekosistem pendukung gaya hidup digital masih menjadi kategori yang banyak dipertimbangkan oleh konsumen,” ungkapnya.
Di tengah tingginya intensitas promosi musiman dan potensi tekanan harga di segmen elektronik, ERAA menyiapkan sejumlah langkah untuk menjaga kualitas margin. Strategi tersebut mencakup pengelolaan bauran produk, penguatan kerja sama dengan mitra prinsipal, hingga peningkatan efisiensi operasional.
Ke depan, Erajaya Group tetap mengandalkan strategi jangka panjang yang mencakup inovasi, penguatan kanal distribusi, serta peningkatan pengalaman pelanggan secara konsisten guna menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan.
Baca Juga: Gaikindo Targetkan Penjualan Mobil Tahun 2026 Sebanyak 850.000 Unit
Selanjutnya: IHSG Masih Rawan Terkoreksi pada Selasa (3/2), Ini Rekomendasi Analis
Menarik Dibaca: Ini 5 Aset Kripto Top Gainers saat Pelemahan Pasar Tak Terbendung
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












