Reporter: Vina Elvira | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Dyandra Media International Tbk (DYAN) mengumumkan hasil kinerja laporan keuangan tahun buku 2025. Dari laporan tersebut terlihat pendapatan emiten yang bergerak di bidang penyelenggaran pameran, event organizer dan MICE sebesar Rp 1,219 triliun dan laba bersih senilai Rp 30,870 miliar.
Merujuk laporan keuangan perusahaan, pendapatan DYAN tercatat menurun 16,39% dari Rp 1,45 triliun pada 2024, menjadi Rp 1,21 triliun di tahun 2025. Sementara laba bersih DYAN turun 63,39% secara tahunan menjadi Rp 30,87 miliar.
Kontribusi utama pendapatan tahun lalu masih ditopang segmen bisnis Event/ Exhibition Organizer yang mencapai Rp 977,6 miliar atau sebesar 80%.
Baca Juga: Antam (ANTM) Berangkatkan 500 Pemudik Lewat Program Mudik Bersama BUMN dan ESDM
Kemudian disusul bisnis Convention & Exhibition Hall senilai Rp152,9 miliar, bisnis bisnis Hotel senilai Rp55,8, dan terakhir dari bisnis pendukung Event senilai Rp38,8 miliar.
Direktur Utama DYAN, Daswar Marpaung menyampaikan faktor utama yang dihadapi DYAN di tahun buku 2025 adalah menurunnya permintaan akan pasar industri MICE baik dari asosiasi maupun korporasi.
Selain itu, faktor lain yang menekan kinerja pendapatan pada 2025, antara lain berkurangnya event order dari Pemerintah akibat efisiensi anggaran pemerintah serta tantangan ekonomi global.
“Manajemen juga terus melakukan efisiensi, Operating Expenses (Opex) perusahaan di tahun 2025 tercatat senilai Rp 329,1 miliar, turun 5% jika dibandingkan di tahun 2024 senilai Rp344,8 miliar. Hal ini menunjukkan komitmen manajemen dalam meningkatkan kinerja keuangan melalui pengendalian biaya yang terukur,” ungkap Daswar, dalam keterangan resminya, pada Selasa (17/3/2026).
Ia menambahkan, perusahaan terus berupaya melakukan strategi bisnis yang terukur, salah satunya melalui penyelenggaraan IP event yang dinilai lebih sustain dan menguntungkan karena memiliki identitas, konsep, dan nilai kekayaan intelektual yang jelas serta dapat dikembangkan dalam jangka panjang.
Fokus pada IP Event seperti pameran (IIMS, IFEX) atau festival (Projek-D) dinilai memberikan valuasi tinggi, fleksibilitas terhadap tren, dan potensi pertumbuhan pasar yang lebih besar.
Saat ini Dyandra Group memiliki lebih dari 11 IP event, yaitu IIMS, IFEX, Indowood Expo, Projek-D, Deep Extreme Indonesia, Sunset di Kebun, Sunset di Pantai, FLOII, Halal Indo, Jakarta International Pet Show, Indonesia Women Fest dan lain-lain.
Baca Juga: Indonesian Paradise (INPP) Naik 33,85% di 2025, Tapi Rugi Bersih Rp 98,6 Miliar
Sepanjang tahun 2025, manajemen terus menjalin kemitraan strategis (aliansi) dengan berbagai pihak untuk memperluas pasar industri MICE.
Selain itu, perusahaan ini juga berupaya memberikan nilai tambah dan ruang gerak yang lebih nyaman dalam penyelenggaraan event seperti memindahkan penyelenggaraan event ke tempat yang lebih luas dan teraliansi dengan perusahaan, seperti di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD.
“Manajemen juga optimistis akan kinerja perusahaan di kuartal I-2026 akan kembali menunjukkan perkembangan yang positif. Beberapa event besar telah diselenggarakan bisnis unit Dyandra Promosindo di awal tahun 2026 dan berhasil menuaikan sukses adalah IIMS dan IFEX yang menjadi indikator kuat reputasi Dyandra di industri MICE tanah air,” katanya.
Hingga akhir 2025, aset DYAN tercatat Rp1,257 triliun yang terdiri dari aset lancar senilai Rp625,7 miliar dan aset tidak lancar senilai Rp 630,9 miliar.
Jika dibandingkan periode yang sama di tahun 2024, total aset DYAN mengalami kenaikan 3,7%. Sedangkan total liabilitas mengalami kenaikan 0,6% menjadi Rp533,4 miliar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













