Reporter: Sabrina Rhamadanty | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) kembali mengumumkan Pemenang Lelang Penawaran Langsung untuk 9 Wilayah Kerja (WK) Migas dengan nilai investasi total berupa komitmen pasti sebesar US$ 84.750.000 dan bonus tanda tangan sebesar US$ 3.650.000.
Pemenang 9 wilayah kerja dimaksud yaitu untuk Wilayah Kerja Bintuni, Wilayah Kerja Karunia, Wilayah Kerja Drawa, Wilayah Kerja Jalu, Wilayah Kerja Southwest Andaman, Wilayah Kerja Barong, Wilayah Kerja Delapan Muaro, Wilayah Kerja Tapah dan Wilayah Kerja Nawasena.
Berdasarkan hasil penilaian atas Dokumen Partisipasi yang dilakukan Kementerian ESDM pada Lelang Penawaran Langsung Tahap II dan Tahap III Tahun 2025, Kementerian ESDM telah menetapkan Pemenang Lelang Penawaran Langsung Wilayah Kerja Migas sebagai berikut:
Baca Juga: Indonesian Paradise (INPP) Naik 33,85% di 2025, Tapi Rugi Bersih Rp 98,6 Miliar
1. WK Bintuni
Pemenang lelang konsorsium BP Exploration Indonesia Limited, MI Berau B.V., CNOOC Southeast Asia Limited, Indonesia Natural Gas Resources Muturi Inc.
2. WK Karunia
Pemenang Lelang PT Sele Raya.
3. WK Drawa
Konsorsium BP Exploration Indonesia Limited, MI Berau B.V., CNOOC Southeast Asia Limited, Indonesia Natural Gas Resources Muturi Inc.
4. WK Jalu
Pemenang lelang Armada Talu Holdings B.V.
5. WK Southwest Andaman
Pemenang Lelang Mubadala Petroleum (Andaman II JSA) Limited
6. WK Barong
Pemenang lelang konsorsium Inpex Corporation & BP Exploration Indonesia Limited
7. WK Delapan Muaro
Pemenang lelang PT Tenang Wijaya Sejahtera
8. WK Tapah
Pemenang lelang PT Goldenheaven Prima Investama
9. WK Nawasena
Pemenang lelang PT Medco Energi Linggau.
Direktur Jenderal Migas Laode Sulaeman memaparkan bahwa sesuai arahan Bapak Menteri ESDM, agar dilakukan upaya percepatan eksplorasi dalam rangka mendukung upaya peningkatan produksi dan pada kesempatan ini terdapat 9 blok migas baru hasil lelang wilayah kerja migas tahun 2025 tahap II dan tahap III yang telah didapatkan pemenangnya.
Baca Juga: Metropolitan Land (MTLA) Targetkan Okupansi Hotel Lebih dari 85% Selama Lebaran
“Dengan demikian, dari total sekitar 110 potensi area blok migas baru, telah terdapat 21 area yang telah diminati dan terdapat pemenangnya. Pemerintah berharap wilayah-wilayah kerja ini dapat berkontribusi terhadap ketahanan energi Indonesia di masa depan. Kami juga menghimbau agar pemenang lelang dapat melaksanakan komitmen pasti yang telah ditentukan dengan baik, dan segera menyelesaikan Kontrak Kerja Sama,” pungkasnya dalam keterangan tertulis, Rabu (18/03/2026).
Saat ini dengan potensi migas yang dimiliki Indonesia, Pemerintah memiliki keyakinan untuk dapat memberikan ketersediaan energi nasional dimasa depan. Potensi migas yang telah teridentifikasi terdapat 128 cekungan migas dan hanya sebanyak 20 cekungan migas yang diproduksikan.
“Pemerintah telah mengidentifikasi 110 Area potensial yang tersebar di seluruh nusantara. Ini termasuk 21 Wilayah Kerja telah didapatkan pengelolanya dari lelang sejak akhir tahun 2024, termasuk 9 Wilayah Kerja yang telah diumumkan tersebut,” tambah Laode.
Untuk mendukung dan memudahkan calon investor melakukan evaluasi dalam memutuskan berinvestasi, Pemerintah saat ini juga tengah melakukan beberapa upaya pendalaman studi maupun akuisisi data di beberapa lokasi yang merupakan bagian dari 110 Area Potensial tersebut. Hal ini sebagai bentuk nyata bahwa Pemerintah juga akan secara langsung ikut andil dalam kegiatan eksplorasi minyak dan gas bumi.
“Saat ini 10 studi telah selesai dilakukan oleh Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi LEMIGAS dan beberapa akuisisi Seismic/FTG tengah disiapkan oleh Pusat Survei Geologi ESDM. Ini juga menunjukkan semangat eksplorasi Indonesia yang berkelanjutan. Bahwa Kementerian ESDM tidak tinggal diam. Pemerintah secara aktif mencari cadangan baru, meningkatkan kualitas data geologi, dan membuka akses bagi investor. Ke-10 area yang telah dilakukan studi LEMIGAS tersebut terbuka bagi investor yang berminat untuk melakukan Open Data Room di LEMIGAS,” jelas Laode.
Pemerintah terus berkomitmen mendukung kegiatan usaha hulu Migas di tanah air dengan melakukan pembenahan pengelolaan usaha Migas. Pembenahan ini diharapkan dapat memberikan rasa percaya diri bagi investor untuk berinvestasi di Indonesia. Selain itu, Kontraktor juga akan mendapatkan fasilitas perpajakan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Pemerintah mengharapkan dengan diumumkannya pemenang lelang ini, potensi yang dimiliki 9 Wilayah Kerja tersebut dapat segera turut berkontribusi dalam menjaga produksi Migas nasional,” tutupnya.
Baca Juga: Pendapatan dan Laba Central Proteina Prima (CPRO) Kompak Bertumbuh Selama 2025
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













