kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Erick Thohir: Pemimpin Pertamina harus bisa beradaptasi dan menjaga amanah


Jumat, 12 Juni 2020 / 18:07 WIB
Erick Thohir: Pemimpin Pertamina harus bisa beradaptasi dan menjaga amanah
ILUSTRASI. Menteri BUMN Erick Thohir


Reporter: Filemon Agung | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) meyakini proses transisi PT Pertamina dapat berjalan kendati terjadi perubahan susunan direksi. Asal tahu saja, Pertamina yang sebelumnya terdiri dari 11 jajaran direksi, kini hanya memiliki 6 direksi.

"Saya rasa pemimpin yang cakap tidak memerlukan transisi yang panjang," tutur Menteri BUMN Erick Thohir dalam konferensi pers, Jumat (12/6).

Baca Juga: Ini alasan Erick Thohir lakukan perombakan jajaran direksi Pertamina

Ia menekankan, pemimpin Pertamina harus bisa beradaptasi dan menjaga amanah. Erick menjelaskan, nantinya Pertamina bakal berdiri sebagai holding dimana memiliki beberapa subholding.

Sekedar informasi, saat ini Pertamina tengah berfokus melaksanakan proyek kilang dan juga pengambilan keputusan pada sisi hulu bisnis, salah satunya seputar Blok Rokan yang bakal memasuki masa alih kelola pada Agustus 2021 mendatang.

Untuk alasan itu, Erick menjelaskan kenapa hanya ada 6 direksi pada susunan direksi Pertamina yang baru. "Nanti di sub holding kita gabungkan unit-unit yang sangat banyak di Pertamina jadi satu kesatuan bisnis," jelas Erick.

Ia mencontohkan, selama ini dari sisi hulu ada banyak anak usaha Pertamina. Hal ini dinilai membuat kebijakan antar anak usaha tidak seirama.

Baca Juga: Ini alasan Erick Thohir pertahankan Nicke Widyawati sebagai Dirut Pertamina

Hal tersebut dibuktikan dengan lifting yang tak tercapai. Langkah menyatukan portfolio juga disebut Erick dapat meningkatkan sinergitas dan efisiensi antar anak usaha. "Misalnya sharing knowledge supaya lifting bisa stagnan atau tumbuh. Nah yang lainnya kan sudah ada PGN dan Pertagas sebelumnya," jelas Erick.

Kendati demikian, ia belum mau merinci gambaran besar subholding di bawah Pertamina. Ia menegaskan, sesuai komitmen awal, Kementerian BUMN bakal berfokus melakukan perampingan anak usaha BUMN.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×