Reporter: Bidara Pink | Editor: Tendi Mahadi
Selanjutnya, adalah dengan segera melikuidisi bisnis anak dan cucu yang tidak sesuai dengan bisnis induk perusahaannya. Ketiga, menggabungkan bisnis yang sejenis di antara anak dan cucu BUMN tersebut. Dan yang keempat, melakukan ketentuan supaya pemilihan direksi anakd an cucu perusahaan dilakukan dengan assessment yang transparan.
Sejalan dengan Toto, ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy juga mengungkapkan hal yang sama. Yusuf pun juga memberi apresiasi terhadap langkah ini karena dirasa sebagai langkah yang baik untuk menjaga efektivitas BUMN.
Baca Juga: Menteri BUMN akan tata, Garuda setop pengembangan anak dan cucu perusahaan
Namun, Yusuf merasa bahwa yang tidak kalah penting adalah proses review yang akan dilakukan oleh kementerian BUMN harus dilakukan dengan transparan dan profesional sehingga hasil yang didapat bisa bersifat independen.
"Sehingga nanti tidak ada indikasi menguntungkan pihak-pihak tertentu dan yang pasti menguntungkan negara sebagai shareholder terbesar BUMN itu sendiri," tandas Yusuf.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News