kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

ESDM batal menambah proyek jaringan gas


Jumat, 14 Juli 2017 / 10:37 WIB


Reporter: Febrina Ratna Iskana | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membatalkan rencana penambahan pembangunan jaringan gas tahun ini sebanyak 6.000 sambungan rumah tangga. Padahal sejumlah pemerintah daerah, seperti Pemkot Surabaya dan Pemerintah Kota Bontang  menantikan penambahan pembangunan jaringan gas tersebut

Dalam  Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2017 menetapkan, pembangunan jaringan gas dsebanyak 59.000 sambungan rumah tangga dengan anggaran Rp 1,14 triliun. Mei lalu Menteri ESDM Ignasius Jonan ingin menambah jaringan rumah tangga sebanyak 19.000 dan direvisi menjadi 6.000 sambungan rumah tangga.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM IGN Wiratmaja Puja bilang, penambahan pembangunan jaringan gas tidak bisa terealisasi, karena Kementerian ESDM diminta memotong anggaran 15%.

"Tadinya  hasil penghematan dialihkan ke jaringan gas. Tapi diminta memotong anggaran 15%.," katanya, Kamis (13/7). Anggaran ESDM dalam APBN 2017 sebesar Rp 7,027 Triliun.

Penghematan 15% tersebut termasuk pembatalan rencana pembangunan tangki bahan bakar minyak dan liquefied petroleum gas (LPG) menggunakan APBN 2017. Selain itu ada penghematan anggaran dari lelang yang bisa di bawah Harga Perkiraan Sendiri (HPS). Sejak 2009-2016, pemerintah telah membangun 200.000 sambungan rumah tangga. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×