kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.982   69,00   0,39%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

ESDM minta Pertamina lanjutkan kerja sama Kuwait


Rabu, 07 Maret 2012 / 13:28 WIB
ILUSTRASI. Petugas memperlihatkan KTP (Kartu Tanda Penduduk) Elektronik yang baru dicetak di Kantor Disdukcapil Kota Serang, Banten, Rabu (4/3/2020). 


Reporter: Fitri Nur Arifenie |

JAKARTA. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meminta agar PT Pertamina (Persero) melanjutkan kerja sama pembangunannya dengan Kuwait Petroleum Corporation meski insentif untuk pembangunan kilang Balongan ditolak oleh Kementerian Keuangan. Menurut ESDM, kerja sama dengan pembangunan Kilang Balongan Baru tersebut masih bisa dilanjutkan dengan Kuwait asal permintaan insentif dikurangi.

“Kementerian Keuangan mengatakan tidak semua insentif bisa diberikan, tetapi saya minta kepada Pertamina untuk mencoba bicara lagi dengan Kuwait,” terang Dirjen Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi Evita Herawati Legowo, Rabu (7/3).

Awalnya, pihak Kementerian Energi menargetkan kesepakatan mengenai insentif kilang antara Pertamina, Kuwait Petroleum, dan Kementerian Keuangan bisa rampung awal tahun ini. Namun, Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan justru secara tegas menolak permintaan insentif Kuwait. Alhasil, Kementerian Energi tidak berani memasang target baru penyelesaian kesepakatan terkait insentif kilang.

“Kami tidak bisa putuskan harus selesai tanggal sekian, harapan kami tahun ini sudah ada kepastian kesepakatan baik dengan Kuwait maupun Saudi Aramco,” terang Evita.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×