kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.750.000   10.000   0,36%
  • USD/IDR 17.708   0,00   0,00%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

ESDM minta Pertamina lanjutkan kerja sama Kuwait


Rabu, 07 Maret 2012 / 13:28 WIB
ILUSTRASI. Petugas memperlihatkan KTP (Kartu Tanda Penduduk) Elektronik yang baru dicetak di Kantor Disdukcapil Kota Serang, Banten, Rabu (4/3/2020). 


Reporter: Fitri Nur Arifenie

JAKARTA. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meminta agar PT Pertamina (Persero) melanjutkan kerja sama pembangunannya dengan Kuwait Petroleum Corporation meski insentif untuk pembangunan kilang Balongan ditolak oleh Kementerian Keuangan. Menurut ESDM, kerja sama dengan pembangunan Kilang Balongan Baru tersebut masih bisa dilanjutkan dengan Kuwait asal permintaan insentif dikurangi.

“Kementerian Keuangan mengatakan tidak semua insentif bisa diberikan, tetapi saya minta kepada Pertamina untuk mencoba bicara lagi dengan Kuwait,” terang Dirjen Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi Evita Herawati Legowo, Rabu (7/3).

Awalnya, pihak Kementerian Energi menargetkan kesepakatan mengenai insentif kilang antara Pertamina, Kuwait Petroleum, dan Kementerian Keuangan bisa rampung awal tahun ini. Namun, Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan justru secara tegas menolak permintaan insentif Kuwait. Alhasil, Kementerian Energi tidak berani memasang target baru penyelesaian kesepakatan terkait insentif kilang.

“Kami tidak bisa putuskan harus selesai tanggal sekian, harapan kami tahun ini sudah ada kepastian kesepakatan baik dengan Kuwait maupun Saudi Aramco,” terang Evita.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×