kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.806.000   14.000   0,78%
  • USD/IDR 16.565   0,00   0,00%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

ESDM Pantau Tren Kenaikan Harga Minyak Dunia, Brent Tembus US$ 100 Per Barel


Jumat, 25 Februari 2022 / 10:27 WIB
ESDM Pantau Tren Kenaikan Harga Minyak Dunia, Brent Tembus US$ 100 Per Barel
ILUSTRASI. Harga minyak mentah acuan terus meroket


Reporter: Filemon Agung | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tren harga minyak mentah global terus meningkat, demikian halnya dengan Indonesia Crude Price (ICP) atau harga minyak mentah Indonesia.

ICP, yang sejak awal pandemi atau April 2020 berada pada US$ 20 per barel, kini sudah melonjak lebih dari 4 kali lipat dan mencapai level US$ 85,9 per barel pada Januari 2022.

Di sisi lain, asumsi ICP dalam APBN 2022 hanya sebesar US$ 63 per barel. Tren diperkirakan akan semakin meningkat setelah konflik terbaru Rusia dan Ukraina hari ini.

"Hari ini sebagaimana diketahui, konflik Rusia dan Ukraina, dan terjadi di tengah pandemi Covid, semakin membuat tren harga minyak yang sudah meningkat, akan semakin meningkat, " ungkap Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Agung Pribadi dalam keterangan resmi yang diterima Kontan.co.id, Jumat (25/2).

Agung menambahkan, harga minyak hari ini makin melambung. Adapun, harga minyak Brent telah sudah tembus di atas US$ 100 per barel. Di sisi lain asumsi ICP dalam APBN 2022 hanya US$ 63 per barel.

Baca Juga: Konflik Rusia-Ukraina Bikin Harga Minyak Melonjak, Begini Tanggapan Pertamina

Jumat (25/2) pukul 10.22 WIB, harga minyak mentah jenis Brent untuk kontrak pengiriman April 2022 berada di level US$ 101,66 per barel. Sedangkan, harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak pengiriman April 2022 melonjak ke US$ 95,19 per barel.

"Ini terus kami monitor dan perlu menjadi perhatian semua pihak," tegas Agung.

Tren kenaikan harga, dan pandemi Covid-19 yang masih berlangsung, terus menjadi perhatian pemerintah. Terlebih, sebagian minyak mentah dan bahan bakar minyak (BBM) Indonesia masih impor.

ICP dalam 6 bulan terakhir menunjukkan tren kenaikan, dimulai pada Agustus 2021 sebesar US$ 67,8 per barel dan terus meningkat tiap bulannya hingga Januari 2022, yaitu US$ 72,2 per barel (Sep), US$ 81,8 per barel (Okt), US$ 80,1 per barel (Nov), US$ 73,4 per barel (Des), dan pada Januari 2022 sebesar US$ 85,9 per barel.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×