kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.988.000   -4.000   -0,13%
  • USD/IDR 17.017   7,00   0,04%
  • IDX 7.107   84,55   1,20%
  • KOMPAS100 978   11,34   1,17%
  • LQ45 722   8,69   1,22%
  • ISSI 249   4,23   1,73%
  • IDX30 393   5,52   1,42%
  • IDXHIDIV20 489   3,83   0,79%
  • IDX80 110   1,42   1,31%
  • IDXV30 134   2,21   1,67%
  • IDXQ30 127   1,16   0,92%

ESDM Pertimbangkan Impor Minyak dari Rusia, Prioritaskan Harga Kompetitif dan Pasokan


Selasa, 17 Maret 2026 / 15:28 WIB
ESDM Pertimbangkan Impor Minyak dari Rusia, Prioritaskan Harga Kompetitif dan Pasokan
ILUSTRASI. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia (DOK/diki mardiansyah )


Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membuka peluang mempertimbangkan impor minyak, termasuk dari Rusia, sepanjang pasokan tersedia dan harga dinilai kompetitif.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan, pemerintah tidak menutup opsi impor energi dari negara manapun. Prioritas utama saat ini adalah menjamin ketersediaan pasokan energi nasional dengan harga yang efisien.

“Semua negara ada kemungkinan. Yang penting bagi kita sekarang adalah bagaimana barang ada dan harganya kompetitif. Itu yang paling penting,” ujar Bahlil saat ditemui di Kementerian ESDM, Selasa (17/3/2026).

Saat ditanya lebih lanjut mengenai kemungkinan impor dari Rusia, Bahlil menilai opsi tersebut tetap terbuka.

“Ya kenapa tidak? Amerika saja sekarang sudah membuka untuk Rusia,” tambahnya.

Sebelumnya, Kementerian ESDM juga membuka peluang impor minyak mentah dari Rusia apabila terdapat relaksasi terhadap sanksi internasional yang selama ini membatasi perdagangan energi negara tersebut.

Baca Juga: Usai Teken Impor Migas Senilai US$ 15 Miliar dari AS, Begini Penjelasan Bahlil

Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menuturkan, keputusan mengenai sumber pasokan minyak mentah pada dasarnya merupakan pertimbangan bisnis PT Pertamina (Persero) sebagai pelaku usaha. Pemerintah, kata dia, akan mendukung opsi yang paling menguntungkan dari sisi keekonomian sekaligus menjaga ketahanan pasokan energi nasional.

“Keputusan bisnis itu nanti sama Pertamina. Jadi, mana yang lebih membutuhkan sepanjang ada relaksasi ya tentu kita akan memanfaatkan itu prosesnya,” ujar Yuliot di Kantor Kementerian ESDM, Jumat (13/3/2026).

Meski demikian, Yuliot menegaskan hingga kini pemerintah belum secara khusus mempertimbangkan impor minyak mentah dari Rusia. Kementerian ESDM juga belum menyiapkan kajian terkait rencana tersebut.

Baca Juga: Indonesia Amankan Energi! Impor BBM dan Gas dari Amerika Serikat Capai US$ 15 Miliar

Di tingkat global, sektor energi Rusia masih menghadapi pembatasan dari Amerika Serikat dan Uni Eropa pascainvasi ke Ukraina pada 2022, termasuk embargo impor minyak oleh sejumlah negara Barat. Namun, otoritas Amerika Serikat disebut telah memberikan izin tambahan bagi pembeli untuk mengambil kargo minyak Rusia yang sudah berada di laut.

Kebijakan tersebut dinilai sebagai salah satu upaya meredakan tekanan harga minyak dunia di tengah ketidakpastian pasokan akibat konflik geopolitik, termasuk eskalasi ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Baca Juga: Kebijakan Impor BBM Swasta: Skema Impor BBM Swasta Ditetapkan per 6 Bulan di 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×