kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.633.000   -8.000   -0,30%
  • USD/IDR 18.135   100,00   0,55%
  • IDX 5.912   39,07   0,67%
  • KOMPAS100 769   5,82   0,76%
  • LQ45 587   4,49   0,77%
  • ISSI 203   0,67   0,33%
  • IDX30 333   2,19   0,66%
  • IDXHIDIV20 411   0,93   0,23%
  • IDX80 88   0,82   0,94%
  • IDXV30 111   0,16   0,14%
  • IDXQ30 107   0,26   0,24%

Indonesia Amankan Energi! Impor BBM dan Gas dari Amerika Serikat Capai US$ 15 Miliar


Jumat, 20 Februari 2026 / 12:20 WIB
Indonesia Amankan Energi! Impor BBM dan Gas dari Amerika Serikat Capai US$ 15 Miliar
ILUSTRASI. Kapal Tanker Pertamina (Dok/Pertamina Trans Kontinental)


Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah Indonesia berkomitmen meningkatkan impor energi dari Amerika Serikat dengan nilai mencapai US$ 15 miliar.

Komitmen tersebut tercantum dalam Annex IV: Purchase Commitments yang dirilis Gedung Putih dikutip pada Jumat 20 Februari 2026, yang menjadi bagian dari pengaturan perdagangan bilateral kedua negara dengan total nilai indikatif hingga US$ 33 miliar.

Fokus utama kerja sama energi ini mencakup bahan bakar minyak (BBM), minyak mentah, dan liquefied petroleum gas (LPG). Dari total nilai impor energi tersebut, pembelian bensin olahan (refined gasoline) atau BBM menjadi porsi terbesar dengan nilai mencapai US$ 7 miliar. Sementara itu, impor minyak mentah (crude oil) ditargetkan sebesar US$ 4,5 miliar, dan LPG senilai US$ 3,5 miliar.

Baca Juga: Indonesia dan Amerika Serikat Sepakat Perpanjang Kontrak Freeport hingga 2061

Peningkatan impor BBM dan minyak mentah dari Amerika Serikat ini sejalan dengan upaya pemerintah menjaga ketahanan pasokan energi domestik, di tengah kebutuhan konsumsi yang terus meningkat dan fluktuasi produksi dalam negeri. Diversifikasi sumber impor juga dinilai penting untuk mengurangi ketergantungan pada pemasok tradisional.

Selain BBM dan minyak, Indonesia juga berkomitmen mendukung impor komoditas energi lainnya, termasuk batubara metalurgi dari Amerika Serikat. Impor batubara jenis ini diarahkan untuk mendukung industri baja nasional serta memperkuat keandalan energi bagi sektor industri. Pemerintah juga menekankan pentingnya mengurangi ketergantungan pada pasokan dari negara atau pelaku yang dinilai melakukan manipulasi pasar.

Di sisi lain, kerja sama energi ini turut mencakup pengembangan dan adopsi teknologi batu bara maju (advanced coal technologies). Indonesia akan mendorong kemitraan dengan pelaku usaha Amerika Serikat untuk mempercepat pengembangan, penerapan, hingga komersialisasi teknologi tersebut.

Teknologi ini mencakup pemanfaatan batu bara dan produk turunannya untuk bahan bangunan, material baterai, serat karbon, grafit sintetis, hingga kebutuhan pembangkitan listrik dan proses industri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×