kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

ESDM: Sadarlah, Indonesia bukan lagi negara minyak


Senin, 21 Oktober 2013 / 14:43 WIB
ESDM: Sadarlah, Indonesia bukan lagi negara minyak
ILUSTRASI. PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) akan membagikan dividen tunai hingga US$ 18,80 juta atau setara Rp 273,54 miliar.


Reporter: Dyah Megasari |

JAKARTA. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jero Wacik mengaku bahwa Indonesia tidak mempunyai produksi minyak yang besar. Karena hal itu Jero terus mendorong untuk melakukan penghematan konsumsi energi.

"Orang Indonesia masih punya paradigma bahwa kita ini negara minyak, padahal sudah tidak lagi," ujar Jero, Senin (21/10).

Jero pun menjelaskan Indonesia bukan negara yang tergabung dalam Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC), di mana negara-negara tersebut sering melakukan ekspor. Jero pun meminta agar masyarakat mengubah pandangan akan kekayaan minyak dalam negeri.

"Mari mengubah paradigma, kita buka anggota Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) yang ekspor minyak," ungkap Jero.

Karena hal tersebut, Jero terus mengajak para investor dan penanam modal untuk mengembangkan energi baru terbarukan. Jero menegaskan bahwa potensi untuk produksi energi alternatif sangat besar di Indonesia.

"Kita harus mengubah paradigma bahwa minyak harus ditinggalkan, kita harus pindah ke gas, barubara dan energi baru terbarukan, itu tugas besar bangsa Indonesia," papar Jero. (TribunNews)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×