kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.664.000   -6.000   -0,22%
  • USD/IDR 17.746   -7,00   -0,04%
  • IDX 6.586   60,78   0,93%
  • KOMPAS100 863   11,63   1,37%
  • LQ45 654   9,78   1,52%
  • ISSI 229   0,81   0,35%
  • IDX30 366   5,89   1,63%
  • IDXHIDIV20 452   8,70   1,96%
  • IDX80 98   1,46   1,51%
  • IDXV30 125   1,49   1,20%
  • IDXQ30 117   2,09   1,82%

Evaluasi CNG 3 Kg Ditargetkan Rampung September 2026


Selasa, 01 September 2026 / 14:03 WIB
Diperbarui Selasa, 01 September 2026 / 14:21 WIB
Evaluasi CNG 3 Kg Ditargetkan Rampung September 2026
ILUSTRASI. PGN (PGAS) dorong perluasan bauran energi melalui pemanfaatan CNG (DOK/PGN)


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah melakukan uji coba penggunaan Compressed Natural Gas (CNG) ukuran 3 kilogram (kg) secara langsung di lingkungan Lemigas. 

Tahapan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menguji efektivitas dan pemanfaatan bahan bakar pengganti LPG subsidi di masyarakat.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman menyampaikan, proses uji coba CNG secara langsung tersebut dialokasikan berlangsung selama satu bulan. 

Menurutnya, evaluasi terkait kinerja teknis tabung maupun penggunaan harian dijadwalkan rampung pada bulan September 2026.

"CNG sedang kita lakukan uji coba dalam waktu satu bulan ini, karena uji coba tersebut sudah masuk dalam tahapan pengguna secara langsung. Kalau kemarin kan kita masih ketahanan tabung dan lain-lain, sekarang kita sedang siapkan, digunakan dan dievaluasi selama satu bulan ini," ujarnya saat ditemui di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (31/8/2026).

Baca Juga: Menghadap Prabowo, Bahlil Bahas Percepatan Peralihan LPG ke CNG hingga Kelola Tambang

Laode mengatakan, proses evaluasi pada bulan September ini menyasar berbagai aspek teknis serta daya guna produk di lapangan. Saat ini, pemanfaatan CNG 3 kg masih dibatasi pada lingkungan internal Lemigas kepada sejumlah usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan di sana.

"September ini kita akan dapatkan hasil evaluasi bukan hanya dari sisi kinerja tabung tapi juga dari sisi bagaimana dimanfaatkan oleh masyarakat dalam tanda petik kita masih terbatas di lingkungan internal di Lemigas, kan di sana ada UMKM," katanya.

Terkait dengan ukuran tabung yang dikembangkan, pemerintah memilih untuk berfokus pada varian tabung berkapasitas 3 kg. Keputusan tersebut diambil mengingat spesifikasi tabung CNG 3 kg dianggap paling sebanding untuk menggantikan penggunaan tabung LPG subsidi 3 kg.

Baca Juga: ESDM: Penggunaan CNG Berpotensi Kurangi Subsidi LPG hingga 40%

"Kita fokuskan yang 3 kilogram. (Tabung lainnya) itu terbuka ke depan, tapi sekarang arahan Menteri ESDM fokus 3 kg, karena sebanding dengan LPG 3 kg," tutur Laode.

Di samping itu, mengenai skema pengadaan 10.000 unit tabung, Laode mengungkapkan, prosesnya bakal diserahkan kepada badan usaha swasta yang bekerja sama dengan pihak Lemigas.

"Pengadaannya kerja sama dengan Lemigas, bukan Lemigas yang melakukan pengadaan (tapi) badan usaha yang kerja sama dengan Lemigas," terangnya.

Baca Juga: Menteri Bahlil Janjikan Harga CNG Setara LPG 3 Kg, Cek Harga Resmi Di Pertamina

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×