kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   -38.000   -2,09%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

EXCL bantah teken jual beli bersyarat untuk Axis


Rabu, 10 Juli 2013 / 08:42 WIB
EXCL bantah teken jual beli bersyarat untuk Axis
ILUSTRASI. Penjualan mobil bekas?oleh PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC), anak usaha PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA).


Reporter: Oginawa R Prayogo | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Operator telepon seluler (ponsel) PT XL Axiata Tbk (EXCL) membantah telah menandatangani perjanjian jual beli bersyarat (CSPA) untuk mengakuisisi 95% saham PT Axis Telekom Indonesia (Axis).

Hal tersebut ditegaskan langsung oleh Hasnul Suhaimi, Direktur Utama EXCL dalam pesan singkatnya kepada KONTAN, Selasa (9/7). "Belum (siap tanda tangan perjanjian jual beli). Belum ada yang dapat diinformasikan sekarang ini," ujar Hasnul.

Dia pun enggan berkomentar banyak soal rencana merger dengan Axis tersebut. Sebelumnya, Hasnul menjelaskan, rencana merger antar dua perusahaan operator ponsel itu masih dalam tahap konsultasi ke Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo).

"Kami sudah kirim surat ke Kemkominfo, seandainya merger akan seperti apa. Apakah melanggar aturan atau tidak." ujar Hasnul pekan lalu. Hasnul bilang, aksi korporasinya tergantung dari saran yang akan diberikan oleh Kemkominfo.

Sampai saat ini pihaknya masih menunggu saran dari Kemkominfo tersebut. "Lebih baik kami menunggu saja saran dari Kemkominfo. Kalau memungkinkan baru bicara lebih lanjut," ujar Hasnul diplomatis. Dia enggan menargetkan kapan proses merger tersebut dapat selesai.

Hasnul juga mengakui, pihaknya baru sebatas konsultasi dengan Kemkominfo. Jika sudah mendapat restu baru akan melapor juga ke Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) terkait potensi monopoli dari proses merger antar dua perusahaan telekomunikasi tersebut.

Sebagai informasi saja, saat ini XL Axiata mempunyai tiga blok 3G pada frekuensi 2,1 GHz sedangkan Axis mempunyai dua blok. Jika proses merger tersebut berhasil maka XL akan memiliki blok 3G paling banyak pada frekuensi tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×