kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Feedloter ikut bibitkan sapi dianggap berisiko


Minggu, 14 Agustus 2016 / 19:13 WIB
Feedloter ikut bibitkan sapi dianggap berisiko


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. Wacana kebijakan Kementerian Perdagangan (Kemdag) mewajibkan perusahaan penggemukan sapi (feedloter)  melakukan pembibitan sapi menuai kontra. Juan Permata Adoe, Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Pengolahan Makanan mengatakan, kebijakan ini berpotensi menimbulkan distorsi bagi pelaku usaha penggemukan sapi.

"Distorsi ini akan berpengaruh pada aspek risiko pembiayaan dan investasi semakin tinggi. Sehingga tidak ada lagi yang mau investasi dan tidak ada bank yang tertarik memberikan pinjaman karena risikonya terlalu tinggi," ujarnya kepada KONTAN.

Juan yang juga Presiden Direktur Bina Mentari Tunggal, sebuah perusahaan penggemukan sapi ini menjelaskan, upaya peningkatan populasi sapi lokal harus dipisahkan dengan industri penggemukan sapi atau usaha pembesaran sapi serta dengan usaha perdagangan sapi dan daging sapi. Hal itu penting agar ada kepastian berusaha, dan perusahaan sapi fokus dalam mengembangkan usaha mereka.

Menurutnya, para Feedloter tidak alergi dengan usaha pembibitan sapi. Tapi persoalannya adalah, saat ini bisnis ini dinilai belum feasible sehingga diperlukan peran pemerintah untuk menggalakkan pembibitan agar menarik bagi dunia usaha. Pemerintah bisa memberikan insentif lahan dan perkreditan khusus bagi perusahaan agar mau masuk ke bisnis pembibitan sapi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×