kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Feronikel topang pendapatan Central Omega Resources (DKFT) di semester I 2020


Minggu, 30 Agustus 2020 / 12:53 WIB
ILUSTRASI. Perusahaan pertambangan nikel dan tembaga PT Central Omega Resources Tbk (DKFT).


Reporter: Filemon Agung | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Central Omega Resources Tbk (DKFT) sukses mencatatkan pendapatan sebesar Rp 464,29 miliar pada Semester I 2020 atau meningkat 21,91% year on year (yoy).

Adapun, pada semester I 2019, DKFT memperoleh pendapatan sebesar Rp 380,83 miliar.

Baca Juga: UU Migas dianaktirikan, Faisal Basri: Oligarkinya sedikit

Direktur DKFT Feni Silvi Silviani Budiman mengungkapkan raihan pendapatan tersebut terutama ditopang oleh penjualan feronikel (FeNi) sebanyak 39.463 ton dan bijih nikel sebanyak 22.172 ton.

"Total nilai penjualan Rp 464 miliar dibanding periode sama tahun 2019 dimana penjualan bijih nikel sebanyak 433.500 ton dan FeNi 10.412 ton," ungkap Feni kepada Kontan.co.id, Sabtu (29/8).

Feni menjelaskan, penurunan penjualan bijih nikel di tahun 2020 juga menyebabkan DKFT mencatatkan rugi bersih di Semester I 2020.

Asal tahu saja, DKFT mencatatkan rugi bersih sebesar Rp 85,13 miliar. Padahal pada semester I 2019 silam DKFT masih mampu mencetak laba sebesar Rp 38,98 miliar.

Baca Juga: Demi kelanjutan PKP2B, Menteri ESDM beri sinyal akan terbitkan IUPK

"Penurunan rugi bersih disebabkan karena tahun lalu perusahaan masih bisa menjual bijih nikel secara ekspor yang memberikan margin lebih baik dibandingkan margin FeNi," tandas Feni.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×