kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.980.000   16.000   0,81%
  • USD/IDR 16.488   106,00   0,65%
  • IDX 7.830   -121,60   -1,53%
  • KOMPAS100 1.089   -17,02   -1,54%
  • LQ45 797   -14,45   -1,78%
  • ISSI 265   -3,29   -1,23%
  • IDX30 413   -7,90   -1,88%
  • IDXHIDIV20 481   -7,60   -1,56%
  • IDX80 120   -2,17   -1,77%
  • IDXV30 129   -2,94   -2,22%
  • IDXQ30 134   -2,35   -1,73%

Fitur Live TikTok Mati, UMKM dan Affiliator Berpotensi Merugi


Minggu, 31 Agustus 2025 / 16:27 WIB
Fitur Live TikTok Mati, UMKM dan Affiliator Berpotensi Merugi
ILUSTRASI. Perajin UMKM Fahru Gunnardi menawarkan barang dagangannya secara daring saat edukasi dan pelatihan bagi UMKM di Padang, Sumatera Barat, Senin (28/4/2025). Tokopedia dan TikTok Shop mendukung program Kementerian UMKM dengan melatih ribuan UMKM di berbagai wilayah termasuk Padang agar menjadi penjual terpercaya yang bisa berjualan sekaligus meningkatkan penjualan dari konten video melalui Creators Lab. ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/tom.


Reporter: Shintia Rahma Islamiati | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Fitur live streaming TikTok masih belum bisa diakses hingga Minggu (31/8/2025), setelah perusahaan mematikan layanan tersebut sejak Sabtu (30/8/2025) pukul 20.40 WIB.

Kebijakan ini hanya berlaku di Indonesia, menyusul masifnya aksi massa di sejumlah wilayah.

Pemblokiran fitur live ini menuai respons keras dari netizen sekaligus menimbulkan kekhawatiran besar bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) serta affiliator yang menggantungkan penjualan melalui live shopping.

Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), Nailul Huda, menilai keputusan tersebut berpotensi menggerus pendapatan seller

Baca Juga: TikTok Hentikan Sementara Fitur Siaran Langsung di Indonesia

“Data Statista menunjukkan 4 dari 10 orang sudah berbelanja via live shopping, dengan pertumbuhan mencapai 30%. Jika fitur live ditutup, bisa terjadi penurunan penjualan hingga 40%, terutama bagi UMKM dan affiliator yang mengandalkan penghasilan harian dari live streaming,” ujar Nailul kepada Kontan, Minggu (31/8/2025).

Ia menambahkan, pemblokiran ini tidak hanya berdampak pada sisi ekonomi digital, tetapi juga pada kebebasan berekspresi dan akses informasi masyarakat. 

Menurutnya, live streaming telah menjadi salah satu sumber informasi tercepat dan real time, bahkan lebih banyak ditonton dibanding televisi.

Baca Juga: Tiktok Berdayakan Kreator Bangun Ekosistem Digital Kreatif

“Ketika live streaming dimatikan, sama saja dengan pembatasan informasi yang merupakan hak asasi manusia,” tegas Nailul.

Lebih lanjut, Nailul meminta Pemerintah segera membuka kembali fitur pemberi informasi seperti live streaming serta melindungi hak publik dalam memperoleh fakta di lapangan.

Baca Juga: Cek Durasi Maksimal IG Reels, TikTok, dan YouTube Shorts untuk Kreator Konten

Selanjutnya: Utamakan Keselamatan, GOTO Pastikan Layanan Gojek Tetap Beroperasi

Menarik Dibaca: Ini KA Jarak Jauh yang Berhenti Luar Biasa di Stasiun Jatinegara hingga 2 September

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] AI-Powered Scenario Analysis AYDA dan Penerapannya, Ketika Debitor Dinyatakan Pailit berdasarkan UU. Kepailitan No.37/2004

[X]
×