kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.843   41,00   0,24%
  • IDX 8.265   -25,61   -0,31%
  • KOMPAS100 1.168   -3,76   -0,32%
  • LQ45 839   -2,54   -0,30%
  • ISSI 296   -0,31   -0,10%
  • IDX30 436   -0,20   -0,04%
  • IDXHIDIV20 521   0,94   0,18%
  • IDX80 131   -0,34   -0,26%
  • IDXV30 143   0,44   0,31%
  • IDXQ30 141   0,17   0,12%

Fokus ke bisnis kargo, Garuda Indonesia (GIAA) angkut 25 ton kargo setiap penerbangan


Jumat, 13 Agustus 2021 / 20:17 WIB
Fokus ke bisnis kargo, Garuda Indonesia (GIAA) angkut 25 ton kargo setiap penerbangan
ILUSTRASI. Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra saat peluncuran livery pesawat bermasker pertama di Indonesia di hanggar pesawat Garuda, Tangerang, Banten, Kamis (1/10/2020).


Reporter: Venny Suryanto | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) menilai bisnis kargo masih akan ciamik ke depan. Untuk itu, Garuda berupaya akan fokus untuk memperkuat lini bisnis kargo dan charter di tahun ini. 

Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra, mangatakan, Garuda Indonesia terus menerus mencatat adanya peningkatan jumlah kargo meski dalam situasi pandemi Covid-19. 

“Kami melihat prospek bisnis kargo ini sangat baik, bahkan kita terus melihat peningkatan jumlah kargo dan penerbangan. Alhamdulillah beberapa penerbangan internasional kita bisa terisi dengan kargo ini,” ungkap Irfan dalam paparan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Garuda Indonesia, Tahun Buku 2020 secara virtual, Jumat (13/8). 

Irfan mengatakan, beberapa penerbangan internasional Garuda Indonesia seperti ke China telah terisi cukup maksimal dengan keterisian kargo. 

Baca Juga: Restrukturisasi belum final, Garuda (GIAA) siapkan rencana bisnis ke depan

Sehingga, pesawat-pesawat Garuda Indonesia yang terbang ke luar negeri itu terisi rata-rata di atas 25 ton kargo setiap kali penerbangan. “Kita terus monitor ini dimana rute-rute yang kita terbangkan ini memiliki profitable dan profitability nya berbasis dari kargo,” jelasnya. 

Hal itu lantaran, untuk penerbangan normal masih belum bisa dilakukan oleh maskapai pelat merah tersebut lantaran adanya kebijakan-kebijakan pemerintah untuk menekan penyebaran Covid-19 di Indonesia. 

Tercatat, sampai dengan bulan Juni 2021, Garuda Indonesia mencatatkan pertumbuhan positif pada lini bisnis kargo. Tingkat optimalisasi keterisian kargo (cargo load factor) mencapai 75%. Jumlah itu mengalami kenaikan dibandingkan periode sama di tahun sebelumnya yang hanya mencapai 56%. 

Selanjutnya: Siapkan langkah strategis, Garuda Indonesia pangkas jumlah direksi dan komisaris

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×