kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Fokus pasar ekspor, Dexa Medica raih Primaniyarta 2018


Rabu, 24 Oktober 2018 / 21:31 WIB
Dexa Medica raih Primaniyarta 2018


Reporter: Nur Pehatul Janna | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri farmasi Nasional Dexa Medica Group kian menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ekspor obat jadi ke manca negara tepatnya di empat benua. Memulai ekspor sejak tahun 1993 dan telah melewati berbagai tahap pemantapan membawa produknya dapat diterima dan berkibar di pasar Asia, Afrika, Eropa, dan Amerika. 

Dexa Medica sendiri telah memberikan dukungan pengembangan pasar ekspor melalui produk dengan merek dagang BOSKA. Produk obat sakit kepala ini telah diekspor ke Nigeria dan menjadi salah satu market leader dengan penetrasi dan sebaran yang luas.

Karena kontribusi tersebut, Dexa Medica berhasil meraih penghargaan Primaniyarta 2018 untuk kategori Creator Global Brand dari Enggartiasto Lukita, Menteri Perdagangan RI pada Rabu (24/10) di Acara Trade Expo Indonesia, ICE BSD.

Gracianti Soetikno, Director of Dexa International Business mengatakan keberhasilan BOSKA masuk di pasar Nigeria disebabkan oleh strategi marketing yang efektif. “Kami selalu melakukan riset untuk mengenali local insights dan budaya, sehingga BOSKA mendapatkan pangsa pasar yang semakin besar. Ke depannya, kata Gracianti perusahaan akan serius mengembangkan pasar Afrika yang masih sangat luas, dan mulai ekspor ke Kanada.

Sementara Ferry Soetikno, Komisaris Utama PT Dexa Medica mengatakan sangat berharap obat herbal modern yang berbahan baku alam asli Indonesia yang diproduksi langsung oleh ilmuwan Indonesia, bisa membantu program pemerintah di Jaminan Kesehatan Nasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×