Reporter: Filemon Agung | Editor: Noverius Laoli
Tetap Garap Smelter
Di tengah upaya pengembangan tambang bawah tanah, Freeport Indonesia juga terus melanjutkan pengerjaan proyek smelter. Riza menuturkan, sejauh ini tengah berlangsung tahapan Front End Engineering Design (FEED).
"Sedang FEED dan ground improvement," kata Riza.
Baca Juga: Ma'ruf Amin: Dakwah tidak boleh bertentangan dengan kehidupan berbangsa dan bernegara
Lebih jauh Riza bilang investasi yang telah dikucurkan sejauh ini sebesar US$ 151 juta. PTFI memproyeksikan konstruksi smelter dapat dimulai pada pertengahan 2020 nanti.
Sebelumnya, Direktur Utama Freeport Indonesia Tony Wenas optimistis, fase konstruksi bisa dimulai pada awal 2020, dan smelter dapat selesai sesuai target.
Yakni pada akhir tahun 2022 atau paling lambat lima tahun sejak terbitnya Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) yang diterima bersamaan dengan transaksi divestasi oleh PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) pada 21 Desember 2018 lalu.
"Ini akan terus kita selesaikan dan diharapkan pada akhir tahun 2022 pembangunan smelter sudah selesai," kata Tony beberapa waktu lalu
Baca Juga: Wadirut Freeport kosong, Tumbur Parlindungan pernah dipilih jadi Wadirut Freeport
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News