kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.964.000   20.000   1,03%
  • USD/IDR 16.488   106,00   0,65%
  • IDX 7.830   -121,60   -1,53%
  • KOMPAS100 1.089   -17,02   -1,54%
  • LQ45 797   -14,45   -1,78%
  • ISSI 265   -3,29   -1,23%
  • IDX30 413   -7,90   -1,88%
  • IDXHIDIV20 481   -7,60   -1,56%
  • IDX80 120   -2,17   -1,77%
  • IDXV30 129   -2,94   -2,22%
  • IDXQ30 134   -2,35   -1,73%

Freeport Indonesia terus mengembangkan proyek tambang bawah tanah dan smelter


Minggu, 15 Desember 2019 / 15:44 WIB
Freeport Indonesia terus mengembangkan proyek tambang bawah tanah dan smelter
ILUSTRASI. Pertambangan emas dan tembaga PT Freeport Indonesia - Tambang Grasberg di Tembagapura, Mimika, Papua.


Reporter: Filemon Agung | Editor: Noverius Laoli

Tetap Garap Smelter

Di tengah upaya pengembangan tambang bawah tanah, Freeport Indonesia juga terus melanjutkan pengerjaan proyek smelter. Riza menuturkan, sejauh ini tengah berlangsung tahapan Front End Engineering Design (FEED).

"Sedang FEED dan ground improvement," kata Riza.

Baca Juga: Ma'ruf Amin: Dakwah tidak boleh bertentangan dengan kehidupan berbangsa dan bernegara

Lebih jauh Riza bilang investasi yang telah dikucurkan sejauh ini sebesar US$ 151 juta. PTFI memproyeksikan konstruksi smelter dapat dimulai pada pertengahan 2020 nanti.

Sebelumnya, Direktur Utama Freeport Indonesia Tony Wenas optimistis, fase konstruksi bisa dimulai pada awal 2020, dan smelter dapat selesai sesuai target.

Yakni pada akhir tahun 2022 atau paling lambat lima tahun sejak terbitnya Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) yang diterima bersamaan dengan transaksi divestasi oleh PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) pada 21 Desember 2018 lalu.

"Ini akan terus kita selesaikan dan diharapkan pada akhir tahun 2022 pembangunan smelter sudah selesai," kata Tony beberapa waktu lalu

Baca Juga: Wadirut Freeport kosong, Tumbur Parlindungan pernah dipilih jadi Wadirut Freeport

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] AI-Powered Scenario Analysis AYDA dan Penerapannya, Ketika Debitor Dinyatakan Pailit berdasarkan UU. Kepailitan No.37/2004

[X]
×