Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Freeport-McMoRan memastikan pemulihan produksi tambang Grasberg Block Cave (GBC) di Papua berjalan sesuai rencana setelah operasional tambang terganggu akibat aliran lumpur pada tahun lalu.
Freeport menargetkan produksi di tambang bawah tanah tersebut kembali mencapai 80% kapasitas pada pertengahan 2027 dan mendekati kapasitas penuh pada akhir 2027.
“Pemulihan Grasberg berjalan sesuai rencana,” kata Freeport-McMoRan dalam keterangan yang dikutip Reuters, Jumat (2/10/2026).
Grasberg merupakan salah satu tambang tembaga terbesar di dunia sekaligus tambang emas terbesar.
Baca Juga: KAI Siapkan Peremajaan 87 Armada KRL hingga 2031, Kapasitas Produksi Jadi Tantangan
Operasionalnya sempat terhenti hampir sebulan setelah aliran lumpur besar pada tahun lalu menewaskan tujuh pekerja.
Saat ini, Freeport mempercepat penyelesaian peningkatan sistem penanganan material di jalur pengangkutan GBC yang ditargetkan rampung pada awal 2027.
Perseroan juga menyiapkan dimulainya kembali produksi dari Production Block 1S pada pertengahan 2027.
Meski pemulihan tambang berjalan sesuai target, kinerja penjualan Freeport pada kuartal III 2026 masih terdampak penundaan penjualan emas.
Freeport memperkirakan penjualan tembaga mencapai sekitar 750 juta pound dan emas sekitar 100.000 ons pada kuartal tersebut, lebih rendah dari proyeksi yang disampaikan pada Juli 2026.
Freeport memperkirakan harga jual rata-rata tembaga pada kuartal III 2026 berada di atas US$ 6,50 per pound.
Baca Juga: Impack Pratama Industri (IMPC) Tambah Mesin dan Kapasitas Produksi Atap
Di Amerika Serikat, operasi Freeport juga menghadapi sejumlah gangguan selama kuartal berjalan, termasuk banjir lokal, pemadaman listrik, dan angin kencang yang menekan tingkat operasi di bawah target.
Freeport dijadwalkan menyampaikan laporan keuangan kuartal III 2026 pada 27 Oktober 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













