kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Gaikindo optimis investasi otomotif lokal tumbuh usai insentif mobil listrik terbit


Rabu, 24 Juli 2019 / 20:54 WIB


Reporter: Agung Hidayat | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - TANGERANG SELATAN. Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mengaku optimis dengan adanya perpres yang memberikan kesempatan insentif bagi pelaku industri otomotif dalam negeri untuk berbisnis Kendaraan Bermotor Listrik (KBL).

Menurut Jongkie Sugiarto, Ketua I Gaikindo saat ini semua merek tengah melakukan persiapan, model apa saja yang kemungkinan dapat diperkenalkan di dalam negeri.

"Untuk itu perlu dibaca lebih detil lagi, serta menyangkut harmonisasi tarif bakal seperti apa," ujarnya ditemui disela-sela GIIAS 2019, Rabu (24/7). Yang pasti pemberian insentif nantinya bakal mendorong keberadaan investasi otomotif di Indonesia.

Namun perkara investasi dalam waktu dekat, Jongkie belum dapat membeberkannya karena hal tersebut sangat bergantung pada APM masing-masing. "Serahkan saja pada pemain (industri otomotif), sebab mobil listrik ini sudah menjadi trend global dan terus berkembang," katanya.

Jongkie berharap agar investasi dapat masuk, mengingat rasio pemakai mobil Indonesia tergolong kecil yakni 87 orang pemilik mobil berbanding 1.000 penduduk negara ini.

Kalau misalnya rasio itu bertambah 1 saja artinya 88 pemilik mobil berbanding 1.000 penduduk Indonesia, maka ada potensi pertambahan kenaikan penjualan mobil sebanyak 250.000 unit.

Soal kemungkinan diberlakukannya local content alias Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) di tahap awal ini, menurut Jongkie arah industri belum dimulai dengan itu. "Tampaknya CBU dulu, tahap pertama prinsipal akan mendatangkan produknya ke Indonesia, kalau model tersebut laku tentu prinsipal bisa merencanakan produksi (lokal)," katanya.

Meski demikian, Jongkie menegaskan, perlu melihat dan mempelajari regulasi yang terbit nanti. Ia sendiri mengaku belum mendapatkan peraturan utuh tersebut, sehingga enggan berspekulasi lebih jauh. "Tunggu terbit (perpres) nanti saja," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×