kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Gaikindo optimis investasi otomotif lokal tumbuh usai insentif mobil listrik terbit


Rabu, 24 Juli 2019 / 20:54 WIB


Reporter: Agung Hidayat | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - TANGERANG SELATAN. Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mengaku optimis dengan adanya perpres yang memberikan kesempatan insentif bagi pelaku industri otomotif dalam negeri untuk berbisnis Kendaraan Bermotor Listrik (KBL).

Menurut Jongkie Sugiarto, Ketua I Gaikindo saat ini semua merek tengah melakukan persiapan, model apa saja yang kemungkinan dapat diperkenalkan di dalam negeri.

"Untuk itu perlu dibaca lebih detil lagi, serta menyangkut harmonisasi tarif bakal seperti apa," ujarnya ditemui disela-sela GIIAS 2019, Rabu (24/7). Yang pasti pemberian insentif nantinya bakal mendorong keberadaan investasi otomotif di Indonesia.

Namun perkara investasi dalam waktu dekat, Jongkie belum dapat membeberkannya karena hal tersebut sangat bergantung pada APM masing-masing. "Serahkan saja pada pemain (industri otomotif), sebab mobil listrik ini sudah menjadi trend global dan terus berkembang," katanya.

Jongkie berharap agar investasi dapat masuk, mengingat rasio pemakai mobil Indonesia tergolong kecil yakni 87 orang pemilik mobil berbanding 1.000 penduduk negara ini.

Kalau misalnya rasio itu bertambah 1 saja artinya 88 pemilik mobil berbanding 1.000 penduduk Indonesia, maka ada potensi pertambahan kenaikan penjualan mobil sebanyak 250.000 unit.

Soal kemungkinan diberlakukannya local content alias Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) di tahap awal ini, menurut Jongkie arah industri belum dimulai dengan itu. "Tampaknya CBU dulu, tahap pertama prinsipal akan mendatangkan produknya ke Indonesia, kalau model tersebut laku tentu prinsipal bisa merencanakan produksi (lokal)," katanya.

Meski demikian, Jongkie menegaskan, perlu melihat dan mempelajari regulasi yang terbit nanti. Ia sendiri mengaku belum mendapatkan peraturan utuh tersebut, sehingga enggan berspekulasi lebih jauh. "Tunggu terbit (perpres) nanti saja," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×