kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.664.000   -36.000   -1,33%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

GAPKI minta pemerintah kembalikan devisa sawit


Rabu, 16 April 2014 / 18:21 WIB
ILUSTRASI. Jangan sampai ketinggalan kereta, catat jadwal KRL Solo-Jogja akhir pekan ini


Reporter: Handoyo | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) mendesak pemerintah agar devisa yang dihasilkan dari ekspor minyak sawit dan turunannya dikembalikan, Tujuannya, untuk peningkatan produksi perkebunan sawit rakyat.  

Togar Sitanggang Ketua Kompartemen Urusan Perdagangan GAPKI mengatakan, setidaknya devisa yang didapat dari ekspor minyak sawit dan turunanya sepanjang tahun 2013 lalu mencapai US$ 19,11 miliar. Sementara itu, untuk pendapatan pemerintah dari Bea Keluar (BK) ekspor minyak sawit dan turunannya akumulasi sejak tahun 2006 mencapai Rp 80,4 trilliun. 

Dengan potesnial dana yang ada tersebut, beberapa hal yang dapat dilakukan dari pendapatan ekspor tersebut adalah melkaukan replanting terhadap tanaman sawit yang sudah tua dan tidak produktif lagi. "20%-40% tanaman tua yang harus direplanting," kata Togar, Rabu (16/4). 

Mengutip data GAPKI, luas areal kelapa sawit Indonesia saat ini mencapai 9,14 juta ha. Dari jumlah tersebut perinciannya, Perkebunan Besar Swasta (PBS) mencapai 51,1%, Perkebunan Besar Negara (PBN) mencapai 7,5% dan Perkebunan Rakyat (PR) sebesar 41,4%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×