kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

200 hektare sawah berpotensi hilang per hari


Rabu, 16 April 2014 / 17:10 WIB
200 hektare sawah berpotensi hilang per hari
ILUSTRASI. Setelah mengakuisisi aset fiber optik Alita, Sarana Menara (TOWR) kini memiliki sekitar 120.000 km fiber optik.


Reporter: Handoyo | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Indonesia terancam kehilangan lahan sawah seluas 200 hektare (ha) setiap harinya. Hal tersebut dikarenakan adanya konversi terhadap komoditas perkebunan salah satunya sawit. Konversi lahan tersebut terjadi di beberapa wilayah tidak hanya di Jawa.

Tunggul Iman Panudju, Direktur Pengelolaan Air Irigasi, Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian, Kementerian Pertanian (Kementan) mengatakan, untuk dapat mengerem konversi lahan tersebut pihaknya mengharap pemerintah kabupaten atau kota untuk segera mengeluarkan Peraturan Daerah (Perda) tentang Tata Ruang dan Tata Wilayah (RTRW).

Tunggul menambahkan, untuk setiap tahunnya kehilangan lahan sawah akibat konversi ke komoditas perkebunan lain mencapai 80.000 ha-100.000 ha. "Mari bangun kesadaran, masyarakat Indonesia masih belum bisa lepas dari sawah," kata Tunggul, Rabu (16/4).

Sekedar catatan, saat ini luas lahan sawah pangan di Indonesia mencapai 4,7 juta ha.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU

[X]
×