kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.597.000   -16.000   -0,61%
  • USD/IDR 17.998   74,00   0,41%
  • IDX 6.148   -94,03   -1,51%
  • KOMPAS100 799   -14,31   -1,76%
  • LQ45 612   -9,30   -1,50%
  • ISSI 212   -3,34   -1,55%
  • IDX30 339   -4,87   -1,42%
  • IDXHIDIV20 427   -2,25   -0,52%
  • IDX80 91   -1,67   -1,79%
  • IDXV30 116   -0,86   -0,73%
  • IDXQ30 110   -0,92   -0,84%

200 hektare sawah berpotensi hilang per hari


Rabu, 16 April 2014 / 17:10 WIB
ILUSTRASI. Setelah mengakuisisi aset fiber optik Alita, Sarana Menara (TOWR) kini memiliki sekitar 120.000 km fiber optik.


Reporter: Handoyo | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Indonesia terancam kehilangan lahan sawah seluas 200 hektare (ha) setiap harinya. Hal tersebut dikarenakan adanya konversi terhadap komoditas perkebunan salah satunya sawit. Konversi lahan tersebut terjadi di beberapa wilayah tidak hanya di Jawa.

Tunggul Iman Panudju, Direktur Pengelolaan Air Irigasi, Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian, Kementerian Pertanian (Kementan) mengatakan, untuk dapat mengerem konversi lahan tersebut pihaknya mengharap pemerintah kabupaten atau kota untuk segera mengeluarkan Peraturan Daerah (Perda) tentang Tata Ruang dan Tata Wilayah (RTRW).

Tunggul menambahkan, untuk setiap tahunnya kehilangan lahan sawah akibat konversi ke komoditas perkebunan lain mencapai 80.000 ha-100.000 ha. "Mari bangun kesadaran, masyarakat Indonesia masih belum bisa lepas dari sawah," kata Tunggul, Rabu (16/4).

Sekedar catatan, saat ini luas lahan sawah pangan di Indonesia mencapai 4,7 juta ha.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×