kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.175
  • SUN95,28 0,00%
  • EMAS663.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.08%
  • RD.CAMPURAN 0.07%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.06%

Gapki: Penurunan pungutan ekspor CPO baru berdampak ke harga tahun depan

Senin, 03 Desember 2018 / 16:56 WIB

Gapki: Penurunan pungutan ekspor CPO baru berdampak ke harga tahun depan
ILUSTRASI. Panen kelapa sawit

Berita Terkait

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rencana penurunan pungutan ekspor pada produk minyak kelapa sawit (CPO) diperkirakan baru memberi dampak perbaikan harga pada komoditas ini di Januari 2019.

Pemerintah diharapkan dapat terlibat lebih erat dalam menciptakan regulasi dan iklim penyerapan CPO dalam negeri yang lebih kuat.


Wakil Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kepala Sawit Indonesia (Gapki) Bidang Perdagangan dan Keberlanjutan, Togar Sitanggang menyampaikan bahwa pada Desember ini, penurunan pungutan ekspor tersebut masih belum memberikan dampak nyata.

"Ekspor di bulan Desember mungkin belum terpengaruh, mungkin baru terlihat pengaruhnya mulai Januari," katanya Kamis (29/11) pekan lalu.

Menurutnya, penurunan harga CPO yang terjadi dalam setahun terakhir ini disebabkan oleh ketidaksesuaian produksi dan penyerapan dalam negeri dan pasar global. Akibatnya terjadi kondisi oversupply CPO yang menurunkan harga komoditas tersebut di pasar internasional dan tingkat lokal.

Oleh karena itu, langkah pemerintah yang berusaha memperbanyak penyerapan CPO dalam negeri, Togar nilai, sebagai langkah yang tepat.

Asal tahu, dalam catatan Gapki. Kinerja industri CPO dalam negeri pada bulan Oktober menunjukkan gejolak positif dibandingkan bulan sebelumnya dan ditunjukkan oleh dua indikator.

Pertama, serapan CPO dalam negeri untuk biodiesel Oktober meningkat tajam. Kedua, ekspor Oktober meningkat walau tipis berkat permintaan dari China.

Serapan CPO untuk biodiesel dalam negeri pada bulan Oktober dicatat sebesar 519.000 ton. Lebih baik dari serapan bulan September di 400.000 ton dan bulan-bulan sebelumnya yang hanya kisaran 215.000 - 290.000 ton per bulan.

Sedangkan pada perdagangan luar, ekspor CPO dan turunannya pada Oktober naik 5% menjadi 3,35 juta ton dibandingkan September di 3,19 juta ton.

Direktur Eksekutif Gapki Mukti Sardjono menyampaikan, kenaikan ini utamanya disebabkan oleh permintaan dari China.

"China mulai mempromosikan penggunaan biodiesel dalam rangka mengurangi emisi gas rumah kaca. Pilot project B5 telah dilaksanakan di Shanghai dan akan terus dipromosikan secara luas di China," katanya dalam keterangan resmi, Jumat (30/11).

Reporter: Tane Hadiyantono
Editor: Yudho Winarto

Video Pilihan

Tag
TERBARU
Seleksi CPNS 2018
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0008 || diagnostic_api_kanan = 0.0930 || diagnostic_web = 0.4717

Close [X]
×