kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.613.000   23.000   0,89%
  • USD/IDR 17.924   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.242   -56,72   -0,90%
  • KOMPAS100 813   -5,85   -0,71%
  • LQ45 621   -2,15   -0,35%
  • ISSI 215   -3,31   -1,52%
  • IDX30 344   -1,09   -0,32%
  • IDXHIDIV20 429   0,02   0,00%
  • IDX80 93   -0,53   -0,57%
  • IDXV30 116   -0,90   -0,76%
  • IDXQ30 111   -0,10   -0,09%

Gapmmi: Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 6,5%, Penciptaan Lapangan Kerja Jadi PR


Minggu, 27 September 2026 / 15:31 WIB
Gapmmi: Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 6,5%, Penciptaan Lapangan Kerja Jadi PR
ILUSTRASI. Ketua Umum Gabungan Produsen Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI), Adhi S. Lukman (KONTAN/Vina Elvira)


Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (Gapmmi) menilai kinerja industri makanan dan minuman masih cukup positif hingga semester I-2026. Pertumbuhan industri makanan dan minuman tercatat sekitar 6,5% dan masih berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional.

Ketua Umum Gapmmi Adhi S. Lukman mengatakan, meski secara keseluruhan industri makanan dan minuman masih tumbuh positif, kinerja masing-masing kategori pangan tidak seragam. Ada sejumlah kategori yang tumbuh sangat baik, sementara kategori lainnya berada pada level sedang hingga kurang.

"Kalau industri makanan minuman cukup bagus. Kemarin tumbuh 6,5% di semester I dan saya masih optimistis kalau makanan minuman masih cukup bagus," ujar Adhi ditemui Kontan baru-baru ini.

Baca Juga: Pasokan Batubara RI Melimpah, Berikut Proyek Hilirisasi yang Paling Realistis

Menurut dia, investasi di sektor makanan dan minuman juga terus meningkat. Salah satunya berasal dari investor asal China yang menunjukkan peningkatan investasi di industri makanan dan minuman Indonesia.

Adhi menilai peningkatan investasi perlu terus didorong karena memberikan dampak terhadap penyerapan tenaga kerja dan peningkatan nilai tambah di dalam negeri.

"Kalau investasi ada, pasti industri itu menyerap tenaga kerja, meningkatkan nilai tambah. Saya sangat mendorong kalau investasi meningkat," katanya.

Di sisi lain, Adhi menilai pemerintah masih perlu memperkuat penciptaan lapangan kerja untuk menopang pertumbuhan ekonomi. Hal ini penting mengingat masih banyak masyarakat yang bekerja di sektor informal dengan pendapatan yang tidak tetap.

Menurut Adhi, kondisi tersebut turut berkontribusi terhadap tekanan terhadap kelas menengah yang berpotensi turun menjadi kelompok berpendapatan lebih rendah.

Baca Juga: Industri Membutuhkan Tenaga Terampil, Pendidikan Vokasi Perkuat Praktik

"Bagaimana menciptakan lapangan kerja. Karena di sektor-sektor yang lain kan banyak terjadi pengurangan pekerjaan dan sebagainya," ujar dia.

Karena itu, Adhi berharap dunia usaha mendapatkan dukungan melalui regulasi yang lebih ramah terhadap kegiatan usaha. Menurutnya, kebijakan tersebut diperlukan agar investasi dan ekspansi industri dapat berjalan lebih baik sekaligus membuka lebih banyak lapangan pekerjaan.

"Oleh sebab itu dunia usaha perlu didukung dengan regulasi-regulasi yang lebih friendly sehingga bisa lebih mendukung peningkatan ekonomi kita," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU

[X]
×