kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.830   2,00   0,01%
  • IDX 8.132   99,86   1,24%
  • KOMPAS100 1.146   13,97   1,23%
  • LQ45 829   8,49   1,03%
  • ISSI 288   4,60   1,62%
  • IDX30 431   4,26   1,00%
  • IDXHIDIV20 519   5,74   1,12%
  • IDX80 128   1,62   1,28%
  • IDXV30 141   1,99   1,43%
  • IDXQ30 140   1,49   1,07%

Gapmmi prediksi penjualan makanan & minuman tumbuh 30% selama Ramadan dan Lebaran


Minggu, 12 Mei 2019 / 20:31 WIB
Gapmmi prediksi penjualan makanan & minuman tumbuh 30% selama Ramadan dan Lebaran


Reporter: Amalia Fitri | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) menilai keadaan ekonomi jelang Hari Raya Lebaran tahun ini dapat lebih baik dibandingkan tahun lalu.

Karena itu, Gapmmi memperkirakan kenaikan penjualan makanan dan minuman (mamin) dapat mencapai 30% dari rata-rata bulanan, atau sejak Maret sampai Mei 2019.

Ketua Umum Gapmmi Adhi S Lukman mengatakan, kondisi ini, didorong redanya kekhawatiran aturan pajak yang tahun lalu sempat mengganggu pasar dan gejolak nilai tukar rupiah.

"Ini penyebab lesunya kondisi ekonomi tahun lalu terhadap usaha mamin. Tapi tahun ini semua lebih kondusif," tutur Adhi S. Lukman kepada Kontan, Minggu (12/5).

Menurutnya, tahun ini kenaikan penjualan pada tiap jenis makanan berbeda-beda. Untuk jenis makanan instan, frozen food dan panganan segar, diperkirakan mengalami kenaikan harga.

Hal ini, menurut Adhi, didorong oleh perubahan pola konsumsi masyarakat yang membutuhkan produk makanan yang cepat saji. "Produk makanan, terutama makanan olahan mengalami kenaikan karena masyarakat ingin yang siap saji," tambahnya.

Namun Adhi menjelaskan, untuk menekan kenaikan harga mamin lebih jauh, pihaknya telah menyiapkan stok bahan baku lebih banyak 1-2 kali. Volume tersebut meningkat produksinya jelang pekan ketiga Ramadan.

"Hal ini tentu untuk mengantisipasi permintaan yang makin melonjak nantinya," lanjut Adhi.

Setelah Lebaran usai, Adhi berharap pemerintah akan lebih meningkatkan pengaturan pengeluaran belanja untuk memicu konsumsi rumah tangga."Yang terpenting ada pengaturan yang lebih stabil setelah ini," pungkas Adhi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×