Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Dina Hutauruk
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pasar properti hunian dan komersial di Tangerang Raya diproyeksikan tetap bergairah tahun ini. Ketersediaan lahan yang masih luas, harga yang relatif kompetitif dibanding Jakarta, serta masifnya pengembangan kawasan terpadu dengan dukungan infrastruktur yang kian lengkap menjadi penopang utama pertumbuhan tersebut.
Dari sisi properti komersial, permintaan di wilayah Tangerang pada kuartal IV 2025 masih tumbuh tinggi ketika permintaan nasional justru mengalami tekanan. Hal itu tercermin dari hasil survei Bank Indonesia (BI).
Menurut survei tersebut, indeks permintaan properti komersial kategori jual secara nasional pada kuartal IV hanya tumbuh 0,69% secara tahunan (year on year/YoY), stabil dibanding kuartal sebelumnya. Bahkan, indeks kategori sewa mengalami kontraksi 1,55% YoY pada kuartal IV, melanjutkan penurunan 1,53% YoY pada kuartal III.
Sementara itu, di wilayah Banten, survei BI menunjukkan indeks permintaan properti komersial sewa melonjak 127,48% YoY pada kuartal IV, meningkat dari triwulan sebelumnya yang tumbuh 125,43% YoY dan dari kuartal IV 2024 yang naik 119,68% YoY. Indeks permintaan komersial kategori jual juga tumbuh 108,99% YoY pada kuartal IV, membaik dari kuartal III yang tumbuh 108,94% YoY.
Baca Juga: Paramount Land Bidik Penjualan Rp 5,5 Triliun
Pertumbuhan tersebut terutama ditopang permintaan ritel. Indeks permintaan ritel sewa di wilayah Banten tumbuh 129,84% YoY pada kuartal IV, lebih tinggi dari triwulan sebelumnya yang tumbuh 128,72% YoY. Adapun indeks permintaan properti ritel jual tumbuh stabil di level 100,12% YoY.
Di sisi lain, pertumbuhan pasokan properti komersial sewa di wilayah ini hanya 3,64% YoY pada kuartal IV, melambat dari kuartal sebelumnya yang tumbuh 4,34% YoY. Pasokan properti komersial jual naik 1,49% YoY pada kuartal IV, setelah pada kuartal sebelumnya tidak mencatatkan pertumbuhan.
Pada segmen hunian, penjualan properti di wilayah Tangerang jauh melampaui wilayah lain di Jabodetabek. Wilayah ini mencatat pangsa pasar terbesar untuk rumah tapak dengan kontribusi lebih dari 56% terhadap total penjualan tahun lalu.
Hasil riset Leads Property Services Indonesia menunjukkan pasokan rumah tapak di Jabodetabek pada 2025 mencapai 194.400 unit dengan harga rata-rata Rp 2,7 miliar per unit. Tingkat penjualan rumah di kawasan ini tahun lalu mencapai 93%.
Adapun pasokan rumah di wilayah Tangerang mencapai 92.000 unit atau menyumbang 47,4% dari total pasokan di Jabodetabek. “Tingkat penjualan rumah di wilayah ini mencapai 94% dengan rata-rata harga sekitar Rp 3 miliar per unit,” ungkap Martin Samuel Hutapea, Associate Director Research & Consultancy Department Leads Property Services Indonesia, Rabu (25/2/2026).
Baca Juga: Transformasi Tempat Kerja Strategis, Permintaan Ruang Kantor Hijau Bakal Meningkat
Sebagai perbandingan, pasokan rumah di Jakarta hanya 9.900 unit dengan tingkat penjualan 85%, di Bogor 37.000 unit dengan tingkat penjualan 95%, di Depok 10.500 unit dengan tingkat penjualan 92%, dan di Bekasi sebanyak 46.700 unit dengan tingkat penjualan 94%.
Leads Property menilai pasar properti saat ini lebih didorong oleh end user. Minat investor cenderung melemah karena imbal hasil tertekan, seiring kenaikan harga properti yang tidak sebanding dengan pertumbuhan tarif sewa yang relatif stagnan.
Martin memperkirakan pembelian rumah tahun ini akan terdorong oleh insentif PPN DTP, suku bunga rendah, serta tenor kredit kepemilikan rumah (KPR) yang lebih panjang. Pasalnya, pembayaran pembelian rumah masih didominasi fasilitas KPR.
Gading Serpong Berkibar
Paramount Gading Serpong menjadi salah satu kawasan terpadu dengan dukungan infrastruktur lengkap di Tangerang Raya. Paramount Land bergerak adaptif terhadap dinamika pasar dalam membangun kota ini dengan fokus pada penguatan infrastruktur, penyediaan fasilitas, serta peluncuran produk properti yang memperkuat nilai investasi kawasan.
Presiden Direktur Paramount Land, M. Nawawi, menyebut ke depan pihaknya akan lebih fokus mengembangkan produk komersial seiring meningkatnya jumlah penghuni. “Tahun ini, peluncuran produk baru akan difokuskan ke komersial. Untuk hunian, kami melanjutkan produk yang sudah ada,” ujarnya, Kamis (26/2/2026).
Paramount Gading Serpong akan mengembangkan Pasadena Central District seluas 40 hektare (ha) yang saat ini tengah berjalan. Kawasan ini dirancang dengan perencanaan produk matang untuk menciptakan bisnis berkelanjutan dalam jangka panjang.
Pasadena Central District didesain sebagai kawasan komersial dan hunian terintegrasi dengan konsep 10 Minutes City Living, di mana kebutuhan belanja, kuliner, hiburan, hingga fasilitas publik dapat diakses dalam waktu 10 menit.
Baca Juga: Perpres Baru Perketat Alih Fungsi Lahan Sawah, Pengembang Properti Perlu Beradaptasi
Didukung Aedas Architect dari Singapura sebagai perancang utama, kawasan ini akan dilengkapi anchor tenant skala besar yang langsung menghadap Jalan Boulevard Raya.
Direktur Paramount Land, Chrissandy Dave, mengatakan pihaknya telah meresmikan identitas, logo, dan tagline baru Paramount Gading Serpong sejak 18 Desember 2025 sebagai bentuk komitmen membangun kota mandiri yang terintegrasi, berwawasan lingkungan, adaptif terhadap teknologi, serta menghadirkan kualitas hidup terbaik.
Menurutnya, pembaruan identitas tersebut bukan sekadar penyegaran visual, melainkan simbol fase kedewasaan kawasan yang telah berkembang pesat lebih dari satu dekade. Ia menambahkan, pengalaman panjang Paramount Land sebagai pengembang properti berakar dari keberhasilannya membangun Kota Gading Serpong.
Gading Serpong kini tumbuh menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di Tangerang Raya dan Jabodetabek, dengan populasi hampir 120.000 jiwa di luar komuter. Lebih dari 40 klaster hunian telah terhuni, ditopang area komersial dengan tingkat okupansi tinggi yang mendukung aktivitas tinggal, bekerja, dan berinteraksi secara berkelanjutan.
Baca Juga: Lepas dari Tekanan Global, Pinhome Optimistis Pasar Properti Donestik Bangkit di 2026
Identitas baru Paramount Gading Serpong menjadi payung merek seluruh kawasan untuk memastikan kualitas dan integrasi hunian, komersial, serta fasilitas gaya hidup tetap konsisten. Desainnya modern, sederhana, dan relevan untuk pertumbuhan jangka panjang.
Berada di koridor barat Jakarta, di antara Alam Sutera, BSD City, dan Karawaci, lokasi Paramount Gading Serpong dinilai strategis untuk hunian maupun investasi. Saat ini, lalu lintas di boulevard utama mencapai lebih dari 15.000 kendaraan per jam dengan tingkat okupansi bisnis yang tinggi.
Selain melanjutkan pengembangan Pasadena, Paramount Gading Serpong juga akan meluncurkan distrik baru bertajuk Victoria District tahun ini. Nawawi mengungkapkan, area seluas sekitar 10 ha tersebut akan difokuskan untuk produk-produk komersial.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













