kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.964.000   20.000   1,03%
  • USD/IDR 16.488   106,00   0,65%
  • IDX 7.830   -121,60   -1,53%
  • KOMPAS100 1.089   -17,02   -1,54%
  • LQ45 797   -14,45   -1,78%
  • ISSI 265   -3,29   -1,23%
  • IDX30 413   -7,90   -1,88%
  • IDXHIDIV20 481   -7,60   -1,56%
  • IDX80 120   -2,17   -1,77%
  • IDXV30 129   -2,94   -2,22%
  • IDXQ30 134   -2,35   -1,73%

Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) turun, GAPMMI: Kita optimistis konsumsi masih bagus


Kamis, 07 Maret 2019 / 13:22 WIB
Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) turun, GAPMMI: Kita optimistis konsumsi masih bagus


Reporter: Benedicta Prima | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) mencatat optimisme konsumen sepanjang Februari 2019 masih terjaga. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) hanya turun tipis dari bulan sebelumnya yang tercatat 125,5 menjadi 125,1.

"Kita optimis kisaran segitu masih optimis," jelas Wakil Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) Rachmat Hidayat saat dihubungi Kontan.co.id, Rabu (6/3).

Justru yang perlu dikhawatirkan apabila IKK turun drastis. Sebab IKK menunjukkan keyakinan konsumen. Apabila konsumen yakin, maka pengeluaran akan terdorong karena dalam pandangan konsumen penghasilan mereka ke depan masih terjamin.

"Kalau IKK turun drastis itu yang harus jadi alarm karena dia tidak yakin maka dia rem konsumsi. Ini bukan berita baik untuk cosumers goods makanan dan minuman," ujar Rachmat.

Rachmat menjelaskan kondisi di lapangan malah belum terlihat penurunan yang signifikan. Penjualan cenderung stabil. 

Malahan, jelang Pemilu justru harapannya bisa mendorong konsumsi masyarakat sehingga meningkatkan penjualan khususnya makanan dan minuman. "Tentu dengan kondisi pemilu yang damai dan aman," imbuh dia.

Sedangkan daya beli juga masih dirasakan stabil. Tinggal mendorong konsumsi mereka jelas pesta demokrasi. GAPMMI berharap dengan adanya masa periode kampanye, banyak berkumpulnya orang membuat permintaan makanan dan minuman ada kenaikan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] AI-Powered Scenario Analysis AYDA dan Penerapannya, Ketika Debitor Dinyatakan Pailit berdasarkan UU. Kepailitan No.37/2004

[X]
×