kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.836.000   17.000   0,93%
  • USD/IDR 16.720   -165,00   -1,00%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Gapmmi: Prospek industri makanan minuman sulit diprediksi sebab dipengaruhi daya beli


Minggu, 22 Maret 2020 / 14:13 WIB
Gapmmi: Prospek industri makanan minuman sulit diprediksi sebab dipengaruhi daya beli
ILUSTRASI. Warga memlih makanan dan minuman saat berbelanja di Pasar Swalayan di Bandung.


Reporter: Arfyana Citra Rahayu | Editor: Herlina Kartika Dewi

Adhi mengungkapkan pembatasan tersebut membuat pangan segar jadi sulit terserap. 

Selain itu, Adhi membeberkan laporan dari lapangan yang menunjukkan penjualan ritel mamin di dalam kota terpantau meningkat, tapi di luar kota justru menurun.  "Ini yang agak kontradiktif, makanya pemerintah juga sedang berusaha menjaga daya beli," katanya.

Adhi bilang pemerintah sudah mencoba menjaga daya beli dengan memberikan insentif mulai dari pelonggaran aturan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 dan 25 hingga memberikan bantuan langsung tunai (BLT) bagi yang membutuhkan. 

Baca Juga: Pemerintah Berikan Insentif Pajak bagi Industri Padat Karya

Untuk menanggulangi penurunan daya beli di pusat perbelanjaan yang diakui Adhi penjualannya merosot hingga 70% akan didorong lewat platform online. "Makanya pemerintah mau memberikan diskon melalui online yang ditanggung oleh pemerintah," ujarnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×