kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.680   -141,04   -2,42%
  • KOMPAS100 733   -19,02   -2,53%
  • LQ45 559   -13,71   -2,39%
  • ISSI 197   -4,23   -2,10%
  • IDX30 318   -7,23   -2,22%
  • IDXHIDIV20 392   -8,58   -2,14%
  • IDX80 83   -2,13   -2,50%
  • IDXV30 106   -1,93   -1,78%
  • IDXQ30 103   -2,20   -2,10%

Garap bisnis data, operator telekomunikasi akan bangun 15.000 BTS


Minggu, 15 Januari 2012 / 11:44 WIB
ILUSTRASI. Perusahaan asuransi jiwa telah membayar klaim Covid-19 senilai Rp 642,90 miliar hingga Oktober 2020.


Reporter: Dupla Kartini, Tribunnews.com | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Meski saat ini bisnis telepon dan SMS dalam industri telekomunikasi nasional telah memasuki masa jenuh, namun operator telekomunikasi akan tetap berinvestasi membangun peralatan telekomunikasi di Indonesia. Ini lantaran, mereka akan mengembangkan bisnis layanan data.

Ketua Umum Asosiasi Telekomunikasi Seluler Indonesia (ATSI) Sarwoto Atmosutarno, Setelah telepon dan SMS mulai memasuki masa kejenuhan, operator telekomunikasi akan membidik layanan data. "Saat ini potensi data masih sangat besar," kata Sarwoto di Jakarta, akhir pekan lalu (13/1).

Dia memperkirakan, tahun ini, seluruh operator telekomunikasi bakal mendirikan sejumlah 15.000 Base Transceiver Station (BTS).

Yang jelas, tandasnya, tahun ini operator akan lebih memperbanyak pembangunan BTS untuk teknologi 3G dan long term evolution (LTE). Meski demikian, di daerah-daerah terpencil masih bakal dibangun BTS 2G untuk membuka telekomunikasi baru.

Namun, sayang, Sarwoto belum tahu pasti besaran investasi yang bakalan digelontorkan untuk membangun perlengkapan telekomunikasi tersebut. Hal ini karena seluruh operator telekomunikasi belum mengungkapkan berapa rencana belanja modal tahun ini. (Hendra Gunawan/Tribunnews.com)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×