kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.807.000   -30.000   -1,06%
  • USD/IDR 17.017   26,00   0,15%
  • IDX 7.092   -5,39   -0,08%
  • KOMPAS100 977   0,13   0,01%
  • LQ45 717   -1,48   -0,21%
  • ISSI 252   2,66   1,07%
  • IDX30 389   -2,31   -0,59%
  • IDXHIDIV20 489   0,39   0,08%
  • IDX80 110   0,25   0,22%
  • IDXV30 136   2,13   1,58%
  • IDXQ30 127   -0,98   -0,77%

Garuda Indonesia (GIAA) bidik pertumbuhan bisnis kargo bisa naik 30% tahun ini


Kamis, 19 Agustus 2021 / 20:45 WIB
Garuda Indonesia (GIAA) bidik pertumbuhan bisnis kargo bisa naik 30% tahun ini
ILUSTRASI. Pekerja membongkar muat kargo dari pesawat Garuda Indonesia setibanya di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM),


Reporter: Venny Suryanto | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) akan fokus pada bisnis kargo pada tahun ini. Hal itu lantaran perseroan melihat bisnis tersebut akan ciamik ke depan. Untuk itu, Garuda berupaya akan fokus untuk memperkuat lini bisnis kargo dan charter di tahun ini.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra mengatakan, Garuda Indonesia juga terus-menerus mencatat adanya peningkatan jumlah kargo meski dalam situasi pandemi Covid-19.

Tercatat pesawat-pesawat Garuda Indonesia yang terbang ke luar negeri itu terisi rata-rata di atas 25 ton kargo setiap kali penerbangan.

Baca Juga: Terdampak pandemi Covid-19, 1.691 karyawan Garuda Indonesia (GIAA) pensiun dini

“Kita terus monitor ini dimana rute-rute yang kita terbangkan ini memiliki profitable dan profitability nya berbasis dari kargo,” jelasnya dalam paparan Public Expose yang diselenggarakan secara virtual, Kamis (19/8).

Adapun, Garuda juga menargetkan proyeksi pertumbuhan pada bisnis cargo ini setidaknya akan tumbuh 30% di tahun ini.

Sebagai informasi, sampai dengan bulan Juni 2021, Garuda Indonesia mencatatkan pertumbuhan positif pada lini bisnis kargo.

Tingkat optimalisasi keterisian kargo (cargo load factor) mencapai 75%. Jumlah itu mengalami kenaikan dibandingkan periode sama di tahun sebelumnya yang hanya mencapai 56%.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×