kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 17.999   36,00   0,20%
  • IDX 5.749   53,57   0,94%
  • KOMPAS100 745   10,04   1,36%
  • LQ45 565   7,89   1,42%
  • ISSI 199   0,96   0,48%
  • IDX30 320   4,64   1,47%
  • IDXHIDIV20 394   5,52   1,42%
  • IDX80 85   1,15   1,38%
  • IDXV30 107   1,05   0,99%
  • IDXQ30 103   1,31   1,28%

Garuda Indonesia mulai proses penawaran kontrak investasi kolektif efek beragun aset


Jumat, 06 Juli 2018 / 14:03 WIB
ILUSTRASI. Pesawat Garuda Indonesia di Bandara Ngurah Rai, Bali


Reporter: Andy Dwijayanto | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Garuda Indonesia (persero) Tbk mulai melakukan proses book building untuk penawaran Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset (KIK EBA). Sebelumnya, perusahaan berkode saham GIAA itu sudah melakukan sosialisasi untuk melakukan sekuritisasi yang pertama kali tersebut.

Pahala Nugraha Mansury, Direktur Utama GIAA menyampaikan minat investor cukup baik dan harapannya jumlah dana yang didapatkan cukup baik. Perusahaan menawarkan ke semua pihak mulai dari dana pensiun, asuransi hingga ke perbankan.

"Kami sudah sampaikan kepada investor potensial bahwa tingkat bunga yang kami tawarkan cukup baik dengan resiko yang sangat baik," ujar Nugraha, Jumat (6/7).

Hal ini karena salah satu fitur sekuritisasi KIK EBA adanya penjaminan dari Askrindo sehingga rating yang didapatkan AA+. Selain itu, perusahaan juga memberikan jaminan kepada investor dengan sumber pelunasan akan didapatkan dari rute Timur Tengah yakni ke Jeddah dan Madinah.

"Tentunya rute Jeddah dan Madinah ini rute yang sangat baik dan kami harap ada interest masyarakat untuk bisa melakukan pembelian dan berinvestasi kepada KIK EBA ini," lanjutnya.

Terkait jumlah dana yang dibidik, dirinya mengatakan masih menunggu proses book building pada hari ini. Harapannya perusahaan bisa mendapatkan jumlah yang signifikan, catatan Kontan.co.id perusahaan ini membidik dana mencapai Rp 4 triliun dari KIK EBA ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×