kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.597.000   -16.000   -0,61%
  • USD/IDR 17.998   74,00   0,41%
  • IDX 6.148   -94,03   -1,51%
  • KOMPAS100 799   -14,31   -1,76%
  • LQ45 612   -9,30   -1,50%
  • ISSI 212   -3,34   -1,55%
  • IDX30 339   -4,87   -1,42%
  • IDXHIDIV20 427   -2,25   -0,52%
  • IDX80 91   -1,67   -1,79%
  • IDXV30 116   -0,86   -0,73%
  • IDXQ30 110   -0,92   -0,84%

Garuda Indonesia: Naiknya tarif batas bawah dapat menekan beban bagi perusahaan


Rabu, 29 Agustus 2018 / 18:37 WIB
ILUSTRASI. Pesawat Garuda Indonesia di area GMF


Reporter: Harry Muthahhari | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Garuda Indonesia Tbk di tahun ini terbebani khusunya kenaikan harga bahan bakar. Catatan Kontan.co.id, di semester I-2018, beban avtur berkontribusi sebesar 30% dari total beban perusahaan atau sebesar US$ 639,7 juta.

Sementara, di tahun lalu beban avtur hanya sebesar US$ 571,1 juta atau 27% dari total pengeluaran. Artinya, bila dibandingkan maka terlah terjadi kenaikan sekitar 11%.

Oleh karena itu, rencana Kementerian Perhubungan (Kemhub) menaikkan tarif batas bawah (TBB) dari 30% dari tarif batas atas (TBA) menjadi 35% dari TBA dinilai akan membantu bagi keuangan Garuda Indonesia.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Garuda Indonesia Helmi Imam Satriyono mengatakan, dinaikkannya TBB menjadi 35% dari TBA merupakan respon agar industri maskapai mengalami perbaikan dari sisi pendapatan.

"Kalau dinaikkan kan otomatis harga tiket naik tapi memberikan pendapatan bagi airlines," katanya kepada Kontan.co.id, Rabu (29/8).

Helmi menyebut, pengguna airlines di Indonesia saat ini didominasi oleh pengguna low cost carrier (LCC) sebanyak 60% - 70%. LCC itulah yang bakal terpengaruh langsung pada kenaikan TBB.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×