kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.652.000   21.000   0,80%
  • USD/IDR 16.889   19,00   0,11%
  • IDX 8.948   63,58   0,72%
  • KOMPAS100 1.240   13,93   1,14%
  • LQ45 879   12,32   1,42%
  • ISSI 327   2,65   0,82%
  • IDX30 449   8,13   1,84%
  • IDXHIDIV20 531   10,57   2,03%
  • IDX80 138   1,59   1,17%
  • IDXV30 147   2,50   1,73%
  • IDXQ30 144   2,26   1,60%

Garuda Indonesia: Naiknya tarif batas bawah dapat menekan beban bagi perusahaan


Rabu, 29 Agustus 2018 / 18:37 WIB
Garuda Indonesia: Naiknya tarif batas bawah dapat menekan beban bagi perusahaan
ILUSTRASI. Pesawat Garuda Indonesia di area GMF


Reporter: Harry Muthahhari | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Garuda Indonesia Tbk di tahun ini terbebani khusunya kenaikan harga bahan bakar. Catatan Kontan.co.id, di semester I-2018, beban avtur berkontribusi sebesar 30% dari total beban perusahaan atau sebesar US$ 639,7 juta.

Sementara, di tahun lalu beban avtur hanya sebesar US$ 571,1 juta atau 27% dari total pengeluaran. Artinya, bila dibandingkan maka terlah terjadi kenaikan sekitar 11%.

Oleh karena itu, rencana Kementerian Perhubungan (Kemhub) menaikkan tarif batas bawah (TBB) dari 30% dari tarif batas atas (TBA) menjadi 35% dari TBA dinilai akan membantu bagi keuangan Garuda Indonesia.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Garuda Indonesia Helmi Imam Satriyono mengatakan, dinaikkannya TBB menjadi 35% dari TBA merupakan respon agar industri maskapai mengalami perbaikan dari sisi pendapatan.

"Kalau dinaikkan kan otomatis harga tiket naik tapi memberikan pendapatan bagi airlines," katanya kepada Kontan.co.id, Rabu (29/8).

Helmi menyebut, pengguna airlines di Indonesia saat ini didominasi oleh pengguna low cost carrier (LCC) sebanyak 60% - 70%. LCC itulah yang bakal terpengaruh langsung pada kenaikan TBB.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×