kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Garuda Indonesia pastikan patuh pada tarif batas atas


Senin, 11 Juni 2018 / 17:29 WIB
ILUSTRASI. Direktur Utama Garuda Indonesia Pahala N Mansury


Reporter: Harry Muthahhari | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Permintaan tiket pesawat di saat musim lebaran yang cukup tinggi membuat maskapai memanfaatkan peluang ini untuk mengambil margin keuntungan yang tinggi.

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk misalnya, berdasarkan pantauan Kontan.co.id, maskapai tersebut mematok harga tiket pesawat ke Yogyakarta di tanggal 12 Juni 2018-13 Juni 2018 di harga Rp 2,2 juta untuk one way trip. Pada tanggal berikutnya yakni 15 Juni–16 Juni 2018, terjadi penurunan harga tiket ke Rp 965.000.

Baru pada tanggal 19 Juni–24 Juni 2018, harga tiket untuk tujuan yang sama yakni Yogyakarta sudah kembali ke harga kisaran normal, Rp 520.000.

Memang pada tanggal 12 Juni-16 Juni 2018 diperkirakan jadi arus mudik puncak yang membuat permintaan tiket pesawat menjadi sangat tinggi. Kendati demikian, perusahaan dengan kode saham GIAA itu meyakini tidak melanggar aturan tarif batas atas pemerintah.

“Patuh dengan regulasi yang ada tentunya yang menjadi acuan adalah tarif batas bawah dan tarif batas atas,” kata Pahala N Mansury, Direktur Utama Garuda Indonesia Senin (11/6).

Pada periode peak season Lebaran 2018, Garuda Indonesia Group menyiapkan sedikitnya 160.000 kursi penerbangan ekstra untuk mengantisipasi peningkatan trafik penumpang selama periode arus mudik dan arus balik Lebaran 2018. Diperkirakan arus mudik dan balik berlangsung pada tanggal 8 Juni 2018 hingga 24 Juni 2018 (H-7 s/d H+9) baik untuk rute domestik dan internasional.

Kapasitas penerbangan tambahan tersebut terdiri dari 768 frekuensi penerbangan tambahan yaitu 480 penerbangan Citilink dan 288 penerbangan Garuda Indonesia. Kapasitas tambahan tersebut meningkat sebesar 45% dibandingkan tahun lalu yang sebesar 107.750 kursi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×