Reporter: Asnil Bambani Amri | Editor: Asnil Amri
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. BDx Data Centers hari ini mengumumkan penutupan fasilitas pinjaman senilai US$320 juta (setara 5,4 triliun rupiah). Fasilitas pinjaman itu diperoleh dari sejumlah bank regional dari Asia Tenggara seperti Bank Permata, BCA, dan KB Bank.
“Pendanaan ini merupakan bentuk dukungan yang kuat terhadap visi BDx dan peran kami dalam mendorong pertumbuhan generasi masa depan yang didorong oleh teknologi digital dan AI di Asia,” kata Mayank Srivastava, CEO BDx Data Centers dalam siaran pers yang diterima KONTAN, Kamis (2/4/2026).
Fasilitas pinjaman tersebut akan mendukung sejumlah inisiatif strategis yang dilakukan BDx Data Centers. Mulai dari pengembangan lanjutan CGK3, kompleks pusat data juga BDx yang berfokus pada kecerdasan buatan (AI) di kawasan CBD Jakarta, yang telah beroperasi sejak September 2025.
Adapun CGK3 dibangun untuk memenuhi peningkatan kebutuhan akan infrastruktur komputasi berkepadatan tinggi. Sebagai salah satu data center pertama di Jakarta yang menggunakan teknologi liquid cooling, CGK3 dirancang untuk mendukung beban kerja AI canggih dengan kebutuhan daya tinggi milik perusahaan dan penyedia layanan hyperscale.
Baca Juga: Kinerja Ciputra Development (CTRA) Positif di Sepanjang 2025, Cek Rinciannya
Mayank menambahkan, dana pinjaman tersebut akan digunakan untuk melakukan refinancing dengan persyaratan yang lebih menguntungkan, serta untuk membiayai investasi peningkatan kapasitas jaringan tegangan tinggi di kampus BDx di Jatiluhur (CGK4) dan Suryacipta (CGK5) menjadi 1,2 GVA.
Kampus-kampus atau fasilitas data center ini sedang dikembangkan untuk memenuhi permintaan industri yang terus meningkat dari pelanggan hyperscaler dan AI asal Amerika Serikat serta kawasan regional. Indonesia merupakan salah satu negara dengan pasar pertumbuhan digital paling dinamis di Asia Tenggara.
Investasi BDx pada fasilitas hemat energi dirancang untuk ketahanan jangka panjang dan pertumbuhan berkelanjutan sejalan dengan percepatan adopsi AI dan cloud di kawasan ini.
“Dengan berinvestasi pada infrastruktur pendingin cair yang dioptimalkan untuk AI, platform daya tegangan tinggi, dan fasilitas kampus yang terus berkembang, kami tengah membangun infrastruktur generasi berikutnya untuk ‘AI Factories’ yang mendukung beban kerja GPU berkepadatan sangat tinggi,” tambah Mayank.
Baca Juga: Transaksi E-Commerce Saat Sahur Melonjak 15 Kali Lipat Selama Periode Ramadan
BDx Data Centers merupakan salah satu pemilik dan operator pusat data Asia, dengan fokus utama pada fasilitas berdensitas daya tinggi yang mendukung teknologi AI, komputasi awan, dan beban kerja perusahaan di Singapura, Indonesia, Hong Kong, dan Taiwan. BDx memiliki portofolio operasional dan kontrak yang terdiri dari 18 pusat data dan 50 lokasi edge, dengan pipeline pengembangan berupa 2 lahan yang telah dilengkapi infrastruktur listrik yang menawarkan kapasitas jaringan lebih dari 1,2 GVA.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













