kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.750.000   10.000   0,36%
  • USD/IDR 17.744   36,00   0,20%
  • IDX 6.502   -24,02   -0,37%
  • KOMPAS100 848   -1,25   -0,15%
  • LQ45 642   -2,64   -0,41%
  • ISSI 228   -0,01   0,00%
  • IDX30 359   -1,39   -0,39%
  • IDXHIDIV20 437   -0,21   -0,05%
  • IDX80 97   -0,26   -0,27%
  • IDXV30 121   0,35   0,29%
  • IDXQ30 114   -0,45   -0,40%

Gelar RUPSLB, Sandiaga Uno Resmi Jadi Komisaris MUTU, Ekspansi Jadi Fokus Perseroan


Senin, 24 Agustus 2026 / 15:46 WIB
Gelar RUPSLB, Sandiaga Uno Resmi Jadi Komisaris MUTU, Ekspansi Jadi Fokus Perseroan
ILUSTRASI. Sandiaga Salahuddin Uno jadi investor strategi Mutuagung Lestari (MUTU) (DOK/Mutuagung Lestari)


Reporter: Leni Wandira | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Mutuagung Lestari Tbk (MUTU) melihat bisnis ekonomi hijau sebagai salah satu sumber pertumbuhan baru di tengah meningkatnya kebutuhan dunia usaha terhadap layanan pengujian, sertifikasi, verifikasi, dan assurance.

Presiden Direktur MUTU International, Arifin Lambaga mengatakan, perusahaan akan memperkuat bisnis di sejumlah sektor yang dinilai memiliki prospek jangka panjang, mulai dari bisnis karbon, sustainability, halal hingga layanan verification dan assurance.

“Ke depan, kami ingin MUTU tumbuh lebih cepat dengan memperkuat bisnis yang memiliki prospek jangka panjang, terutama green economy, carbon business, sustainability, halal, digitalisasi, serta layanan verification dan assurance. Kami melihat kebutuhan terhadap layanan tersebut akan terus meningkat seiring perubahan regulasi dan tuntutan pasar global,” kata Arifin dalam keterangan resminya, Senin (24/8/2026).

Baca Juga: Mutuagung Lestari (MUTU) Usulkan Sandiaga Uno Jadi Presiden Komisaris dalam RUPSLB

Strategi tersebut menjadi bagian dari upaya MUTU mempercepat pertumbuhan bisnis sekaligus memperkuat posisinya sebagai perusahaan Testing, Inspection, Certification, Verification and Assurance (TICVA).

Arifin mengatakan pengembangan bisnis akan dilakukan dengan memperkuat kapasitas perusahaan, inovasi layanan, pemanfaatan teknologi, pengembangan sumber daya manusia, serta membuka peluang ekspansi dan strategic partnership.

Salah satu sektor yang menjadi perhatian adalah ekonomi hijau. MUTU menilai meningkatnya kebutuhan industri terhadap standar keberlanjutan nasional maupun internasional dapat membuka ruang pertumbuhan bagi layanan perusahaan.

Saat ini, MUTU memiliki kompetensi dalam layanan yang berkaitan dengan keberlanjutan, termasuk validasi dan verifikasi gas rumah kaca. Perusahaan juga menjadikan pengembangan bisnis karbon sebagai salah satu bagian dari strategi untuk menangkap peluang pertumbuhan dalam ekosistem ekonomi rendah karbon.

Selain bisnis karbon, perusahaan akan memperkuat layanan sustainability, environmental testing, certification, verification, assurance, serta layanan yang mendukung pemenuhan standar keberlanjutan.

Di sisi lain, MUTU juga melihat ekonomi halal sebagai peluang bisnis. Pengembangan sektor ini akan dilakukan melalui penguatan kapasitas laboratorium dan layanan pengujian yang mendukung industri halal.

Untuk mendukung ekspansi tersebut, MUTU juga akan mempercepat transformasi digital. Perusahaan akan mengembangkan pemanfaatan teknologi, data, dan digital traceability dalam proses pengujian, inspeksi, sertifikasi, dan verifikasi.

Langkah tersebut ditujukan untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, dan kualitas layanan kepada pelanggan.

Kami ingin membangun MUTU sebagai perusahaan TICVA yang tidak hanya kuat secara operasional, tetapi juga unggul dalam teknologi, inovasi, dan kualitas sumber daya manusia. Digitalisasi akan menjadi bagian penting dari perjalanan transformasi perusahaan,” ujar Arifin.

Baca Juga: MUTU Dorong Penguatan Standar Ekonomi Hijau, Potensi Greenomics Capai Miliaran Dolar

MUTU juga membuka peluang pertumbuhan melalui ekspansi organik, strategic partnership, maupun aksi korporasi lain yang sesuai dengan kepentingan perseroan dan pemegang saham.

Perusahaan turut mengeksplorasi pengembangan bisnis di sektor dengan pertumbuhan tinggi serta peluang perluasan pasar di tingkat regional. Menurut MUTU, fundamental bisnis TICVA, meningkatnya kebutuhan sustainability assurance, dan pertumbuhan ekonomi hijau dapat menjadi modal untuk mempercepat ekspansi.

Di sisi lain, perubahan jajaran manajemen menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat akselerasi bisnis. Dalam RUPSLB pada Senin (24/8), pemegang saham menyetujui pengangkatan Sandiaga Salahuddin Uno sebagai Presiden Komisaris dan Roestiandi Tsamanov sebagai Wakil Presiden Direktur.

Presiden Komisaris MUTU International Sandiaga Uno mengatakan perusahaan memiliki peluang besar untuk berkembang seiring meningkatnya kebutuhan terhadap standar keberlanjutan, transparansi, dan kepatuhan.

“Saya melihat MUTU International memiliki fundamental dan potensi yang sangat besar untuk berkembang. Industri testing, inspection, certification, verification, dan assurance akan semakin penting seiring meningkatnya kebutuhan dunia usaha terhadap standar keberlanjutan, transparansi, dan kepatuhan,” kata Sandiaga.

Menurut Sandiaga, transformasi menuju ekonomi hijau tidak lagi sebatas agenda lingkungan, tetapi telah menjadi bagian dari strategi pertumbuhan dan daya saing dunia usaha. Karena itu, MUTU dinilai memiliki posisi strategis untuk menangkap peluang tersebut.

Arifin menambahkan, perusahaan tidak hanya menargetkan pertumbuhan dari sisi pendapatan dan laba, tetapi juga kontribusi terhadap transformasi ekonomi Indonesia menuju ekonomi yang lebih hijau, inklusif, dan berkelanjutan.

Baca Juga: Investasi Hijau Makin Ngetren, Sandiaga Uno Sebut Ini Jadi Peluang Baik Bagi MUTU

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×