Penulis: Chelsea Anastasia | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pamerindo Indonesia resmi membuka pameran dagang business-to-business (B2B) Food & Hospitality Indonesia (FHI) 2026 di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Selasa (21/7/2026).
Pameran yang mempertemukan pelaku usaha di sektor makanan, minuman, dan hospitality ini menargetkan dapat menarik sekitar 40.000 pengunjung selama empat hari penyelenggaraan, pada 21-24 Juli 2026.
Dalam gelaran tahun ke-20 ini, PT Pamerindo Indonesia menghadirkan lebih dari 570 perusahaan peserta dari 32 negara. Portofolio Director PT Pamerindo Indonesia, Meysia Stephannie mengatakan, sekitar 60% peserta merupakan pelaku usaha lokal, sementara 40% lainnya berasal dari pasar internasional.
"Dari sisi pengunjung, sekitar 90% adalah pengunjung domestik karena kami memang menargetkan peningkatan penjualan di pasar lokal. Banyak juga peserta internasional yang ingin masuk ke pasar Indonesia," ujar Meysia usai pembukaan FHI 2026 di Jakarta, Selasa (21/7/2026).
Baca Juga: Menekraf Dorong UMKM Perkuat Keberlanjutan Usaha melalui Gelaran FHI 2026
Menurut Meysia, salah satu pembeda FHI tahun ini adalah hadirnya segmen furnitur melalui kolaborasi dengan pameran Fine Furniture & Deco Asia (FFDA). Kehadiran segmen tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas ekosistem industri food and hospitality.
"Tahun ini berbeda dari tahun sebelumnya. Kami bekerja sama dengan sister company kami dari China untuk menghadirkan produk-produk furnitur premium yang menyasar pasar ritel maupun komersial," katanya.
Selain itu, FHI 2026 juga beriringan dengan penyelenggaraan ProPak Indonesia yang berfokus pada sektor processing dan packaging. Menurut Meysia, aspek pengolahan dan kemasan menjadi bagian penting dalam mendukung perkembangan industri hotel, restoran, dan kafe (horeca), khususnya dalam mendorong praktik yang lebih berkelanjutan.
"Yang dibutuhkan industri F&B saat ini adalah bagaimana cara memproses dan mengemas produk secara lebih sustainable," imbuhnya.
Berlangsung di Hall A1 JIEXPO Kemayoran, ProPak Indonesia 2026 menghadirkan 70 perusahaan peserta dari tujuh negara, dengan target 6.300 pengunjung profesional.
Baca Juga: Kopi Indonesia Raup Potensi Transaksi US$ 10,8 Juta di Eropa
Dari sisi partisipasi internasional, Meysia menyebut FHI 2026 turut menghadirkan peserta dari sejumlah negara baru, seperti Belarus, Tunisia, dan Brasil. Ia melihat adanya peningkatan minat dari pelaku usaha asal kawasan Amerika Latin dan Timur Tengah, khususnya untuk produk makanan.
"Kami melihat mereka ingin masuk ke pasar Indonesia. Dari Tunisia sendiri, banyak produk halal yang ditawarkan sehingga mereka melihat ada kesamaan peluang pasar," tutur Meysia.
Meysia mengatakan, pihaknya tidak menetapkan target nilai transaksi secara spesifik dalam penyelenggaraan FHI 2026. Namun, PT Pamerindo Indonesia tetap menargetkan adanya pertumbuhan dibandingkan penyelenggaraan tahun sebelumnya.
Menurut dia, pertumbuhan tersebut didorong oleh pengembangan konsep pameran yang terus menghadirkan produk-produk relevan dalam satu rantai pasok yang terintegrasi.
Dengan konsep tersebut, Meysia berharap FHI dapat menjadi solusi terpadu bagi para pelaku usaha, mulai dari pemilik kafe hingga pelaku home industry, dalam mengembangkan bisnis mereka.
"Jadi tidak hanya memenuhi kebutuhan bahan baku makanan, tetapi juga kebutuhan pendukung lainnya, mulai dari furnitur untuk ekspansi usaha hingga solusi kemasan makanan yang lebih baik," tandas Meysia.
Baca Juga: Antusiasme Tinggi, Transaksi Indonesia Coffee Expo 2026 Surabaya Tembus Rp 3 Miliar
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_24062609492500.jpg)
