Penulis: Chelsea Anastasia | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya mengatakan pameran Food & Hospitality Indonesia (FHI) 2026 menjadi salah satu momentum bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperkuat keberlanjutan usaha.
"Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) terus mendorong agar jenama-jenama lokal ini tidak hanya menjadi tuan rumah di negeri sendiri, tetapi juga bisa masuk ke pasar global," ujarnya saat ditemui di Jakarta International Expo (JIEXPO) Kemayoran, Jakarta, Selasa (21/7/2026).
Riefky mengatakan pihaknya tak menargetkan nilai transaksi atau investasi spesifik yang dapat disumbang oleh UMKM yang berpartisipasi dalam pameran industri hotel, restoran, cafe (horeca) ini.
Baca Juga: Produk Tempe Azaki Food Diekspor ke Chile lewat Kerjasama Bisnis Senilai Rp2,1 Miliar
Namun, dia menargetkan pameran ini menjadi angin segar yang signifikan bagi UMKM agar tak hanya berhenti pada kreativitas dalam menciptakan produk mereka, tetapi juga mampu mempertahankan bisnis dan menaikkan skalanya.
"Di sini, ada beberapa jenama hasil binaan Kemenekraf yang akhirnya sudah naik kelas dan membuka booth bahkan sudah tampil berkolaborasi dengan beberapa negara," imbuh Riefky.
Ia menambahkan, industri horeca secara nasional masih memiliki prospek yang positif hingga lima tahun ke depan, terutama dari sisi peluang ekspor.
Riefky menilai makanan dan minuman (mamin) Indonesia memiliki cita rasa yang tak jauh berbeda dari negara-negara di kawasan, seperti Malaysia, Thailand, Singapura, hingga Filipina. Hal ini menurutnya memperkuat posisi pelaku usaha Tanah Air untuk memperkuat penetrasi ke pasar-pasar negara tetangga.
"Kedua, kita juga bisa masuk ke negara-negara yang memiliki banyak diaspora Indonesia. Mereka bisa menjadi ambasador kita untuk mempopulerkan produk-produk kita," tuturnya.
Baca Juga: Sentra Food Indonesia (FOOD) Bidik Pertumbuhan Penjualan 25% di 2026, Ini Strateginya
Di tengah permintaan perhotelan dan daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih, Riefky juga menilai gelaran FHI yang ke-20 tahun ini menjadi krusial.
"Ya, sangat penting dalam situasi ini. Kami berterima kasih kepada PT Pamerindo Indonesia (penyelenggara FHI 2026) dan company-company yang memiliki platform untuk mempertemukan seluruh ekosistem, termasuk untuk business-to-business (B2B) maupun business-to-customer (B2C)," ujar Riefky.
Pasalnya, di tengah harga barang dan jasa yang makin kompetitif, gelaran seperti ini disebut dapat menarik negara-negara yang terdampak situasi geopolitik untuk berinvestasi di Indonesia.
"Harapannya mereka juga bisa mempunyai pilihan, mungkin saja dari Indonesia mempunyai kelebihan entah dari sisi harga atau kualitasnya yang bisa masuk ke pasar mereka," tandasnya.
Untuk diketahui, FHI 2026 merupakan pameran internasional yang mempertemukan berbagai pelaku usaha makanan, minuman, perhotelan, hingga teknologi layanan. Acara ini digelar pada 21-24 Juli 2026 di JIEXPO Kemayoran, Jakarta.
Baca Juga: Garap Komoditas Rempah, ID Food Lepas Ekspor Perdana Bunga Pala ke India
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_24062609492500.jpg)
