kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.709.000   20.000   0,74%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Generative AI Ubah Lanskap Digital, Industri Website Fokus Bangun Kredibilitas


Jumat, 12 Juni 2026 / 19:58 WIB
Generative AI Ubah Lanskap Digital, Industri Website Fokus Bangun Kredibilitas
ILUSTRASI. Generative AI Ubah Lanskap Digital, Industri Website Fokus Bangun Kredibilitas (KONTAN/Leni Wandira)


Reporter: Leni Wandira | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perkembangan kecerdasan buatan (AI) mendorong transformasi industri digital sekaligus menghadirkan tantangan baru bagi pelaku usaha. Di tengah semakin mudahnya proses pembuatan website berkat teknologi AI, aspek keamanan dan kepercayaan digital kini menjadi faktor utama dalam menjaga daya saing bisnis.

VP & Country Manager Exabytes Indonesia, Indra Hartawan menilai tantangan terbesar pelaku industri website saat ini bukan lagi membangun situs digital, melainkan menjaga kepercayaan pengguna di tengah meningkatnya ancaman siber berbasis AI.

Menurutnya, teknologi AI telah menurunkan hambatan teknis dalam pengembangan website. Namun di sisi lain, teknologi yang sama juga dimanfaatkan untuk berbagai serangan siber, mulai dari phishing otomatis hingga pemanfaatan celah keamanan yang semakin kompleks.

"Tantangan terbesar para web developer saat ini bukan lagi soal tools atau tampilan. Yang paling sulit adalah membangun kepercayaan. Ada tiga hal yang harus dijaga yakni kecepatan, keamanan, dan kepercayaan," ujar Indra dalam Indonesia Website Awards (IWA) 2026, Jumat (12/6/2026).

Baca Juga: Adopsi AI Tembus 92%, Pemerintah Siapkan Peta Jalan untuk Perkuat Daya Saing

Ia menambahkan, kepatuhan terhadap regulasi perlindungan data, audit keamanan yang berkelanjutan, serta pengalaman pengguna yang baik menjadi fondasi penting dalam membangun kepercayaan digital.

Perubahan lanskap digital tersebut juga mendorong perubahan standar pengelolaan website. Selain faktor desain dan performa, pelaku industri kini mulai memperhatikan kemampuan website membangun otoritas digital dan visibilitas di mesin pencarian berbasis AI generatif atau Generative Engine Optimization (GEO).

Founder & Co-CEO Avonetiq Alexandro Wibowo mengatakan perkembangan AI membuat hampir semua orang dapat membangun website dengan lebih mudah. Namun, faktor pembeda sebuah website kini terletak pada tingkat akuntabilitas dan kredibilitas yang mampu dibangun.

"Website harus merepresentasikan brand secara utuh, mulai dari performa, desain, keamanan hingga bagaimana website tersebut dipandang oleh AI. Akuntabilitas akan melahirkan otoritas, dan otoritas akan membangun kepercayaan," ujarnya.

Baca Juga: IBM: AI Berpotensi Dorong 50% Nilai Bisnis Digital Baru di Asia Pasifik pada 2030

Menurut Alexandro, Indonesia memiliki peluang besar untuk bersaing di pasar digital global karena akses terhadap teknologi kini semakin terbuka dan setara dengan negara lain.

Di sisi lain, ancaman keamanan siber juga menjadi perhatian pemerintah. Dalam forum yang sama, Deputi Bidang Keamanan Siber dan Sandi Perekonomian Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Slamet Aji Pamungkas menyoroti pentingnya peningkatan kesiapan pelaku industri menghadapi serangan siber yang semakin canggih seiring perkembangan AI.

Exabytes Indonesia menilai tren tersebut menunjukkan bahwa kepercayaan digital akan menjadi faktor kunci dalam perkembangan ekonomi digital ke depan. Perusahaan memperkirakan standar industri website akan terus berkembang, tidak hanya berfokus pada tampilan dan fungsi, tetapi juga pada keamanan, otoritas digital, dan kemampuan beradaptasi dengan ekosistem AI yang semakin dominan.

Menurut Exabytes, kemampuan website untuk membangun kepercayaan pengguna sekaligus memenuhi standar keamanan digital akan menjadi faktor penentu keberhasilan bisnis di era AI.

Baca Juga: Penerapan AI Bisa Atasi Blackout, Kurangi Frekuensi Pemadaman 15% & Tekan Biaya 25,6%

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×