Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemadaman listrik dalam skala luas atau blackout masih menjadi ancaman pada sistem ketenagalistrikan di Indonesia. Terbaru, pada akhir pekan lalu, blackout melanda sebagian wilayah Sumatra. Solusi untuk mengatasi blackout listrik menjadi salah satu pembahasan dalam Jakarta Scholars Symposium (JSS) 2026.
Padahal menurut riset Elaine Wynette Wijaya, siswi Sekolah Menengah Atas (SMA) Pelita Harapan Karawaci, penggunaan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk membantu mencegah pemadaman listrik, khususnya untuk desa di Indonesia sangat mungkin dilakukan.
Penelitian Elaine mengemukakan persoalan pemadaman listrik yang masih terjadi di sejumlah wilayah seperti Papua, Aceh, dan Lombok. Elaine menyoroti kondisi geografis yang sulit, infrastruktur transmisi yang rapuh, hingga tingginya ketergantungan pada microgrid membuat banyak desa rentan mengalami blackout berulang.
Baca Juga: BRIN dan PalmCo Mengkaji Gas Biomethana dari Limbah Sawit
“Pemadaman listrik bukan hanya soal ketiadaan penerangan, tetapi sudah menjadi krisis multidimensi yang menghambat produktivitas ekonomi, layanan kesehatan, hingga pendidikan masyarakat desa,” ungkap Elaine melalui keterangan tertulis yang disiarkan pada Kamis (28/5/2026).
Melalui pendekatan AI berbasis machine learning, deep learning, dan reinforcement learning, Elaine menjelaskan bahwa sistem pintar dapat memprediksi pola konsumsi energi, mendeteksi gangguan jaringan dalam hitungan detik, serta mengatur distribusi daya secara otomatis.
Dalam riset tersebut, penerapan AI pada sistem kelistrikan pedesaan berpotensi mengurangi frekuensi pemadaman hingga 15% dan menekan biaya operasional hingga 25,6%. Teknologi ini juga dinilai dapat membantu mempercepat pemulihan listrik saat terjadi kerusakan jaringan.
Selain membahas solusi teknologi, Elaine juga mendorong pengujian langsung sistem AI microgrid di desa-desa Indonesia agar efektivitasnya dapat dibuktikan secara nyata di lapangan. “Kecerdasan buatan menawarkan harapan nyata untuk mengakhiri siklus pemadaman yang telah lama menjadi beban masyarakat desa,” kata Elaine.
Adapun, Jakarta Scholars Symposium merupakan forum independen bagi pelajar untuk mempresentasikan gagasan dan proyek inovatif terkait berbagai isu penting di Indonesia. Tahun ini, JSS menghadirkan sembilan pelajar dengan berbagai topik mulai dari lingkungan, kesehatan, energi, hingga pemberdayaan sosial.
Baca Juga: Pertamina Tambah Penyaluran 9 Juta Tabung LPG 3 Kg Selama Libur Akhir Mei
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













