kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45797,76   2,43   0.31%
  • EMAS942.000 0,43%
  • RD.SAHAM 0.14%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.04%

Genjot ekspor mebel dan kerajinan, HIMKI ajukan 10 rekomendasi ke Kemenkop dan UKM


Jumat, 07 Februari 2020 / 00:03 WIB
Genjot ekspor mebel dan kerajinan, HIMKI ajukan 10 rekomendasi ke Kemenkop dan UKM
ILUSTRASI. Ketua Umum Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (Himki) Soenoto

Reporter: Ratih Waseso | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Koperasi dan UKM bersama Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) menyepakati upaya-upaya untuk menggenjot ekspor furniture dan kerajinan menjadi dua kali lipat.

Ketua Umum HIMKI Soenoto, usai bertemu Menkop dan UKM Teten Masduki di Jakarta, Kamis (6/2) menerangkan terdapat 10 rekomendasi yang diusulkan HIMKI agar ekspor furniture dan kerajinan ini bisa naik dua kali lipat.

Baca Juga: Kemenkop dan UKM tunjuk deputi baru, program strategis diharapkan terakselerasi

Soenoto menjelaskan, HIMKI sebagian besar anggotanya yaitu 80% merupakan UKM ekspor. Karenanya sangat relevan pihaknya menghadap Menkop dan UKM Teten Masduki untuk mengusulkan langkah-langkah dalam menggenjot ekspor.

"Tahun 2019 lalu ekspor furniture dan kerajinan mencapai 2,5 miliar dollar AS dan tahun ini kami targetkan bisa ke 5 miliar dolar AS," kata Soenoto dalam siaran pers tertulis yang diterima Kontan.co.id pada Kamis (6/2).

Sepuluh rekomendasi yang disampaikan tersebut ialah yang utama ialah kecukupan suplai bahan baku khususnya rotan dan kayu sebagai jaminan ketersediaan pasokan ke industri barang jadi.

Baca Juga: Teten Masduki pastikan tidak ada lagi impor cangkul

Oleh karenanya HIMKI mendukung rencana pemerintah untuk lebih mengaktifkan Badan Penyangga Rotan dan Kayu yang sebenarnya sudah ada. Selain itu, HIMKI mengusulkan regulasi kewajiban menanam kayu perkakas bagi HPH.

"Soal regulasi SVLK (sistem verifikasi legalitas kayu) juga diusulkan berlaku di hulu saja. Kalau sekarang kan di hilir juga diwajibkan," imbuh Soenoto.

Kedua, bantuan atau subsidi peremajaan alat dan teknologi produksi, agar bisa menopang akselerasi dan efisiensi proses produksi. Ketiga, inovasi dan pengembangan desain atau design center dan perlindungan desain melalui HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual).

Keempat, kebijakan suku bunga pinjaman yang wajar sehingga bisa menjadi salah satu dasar untuk memiliki daya saing. Soenoto menambahkan suku bunga perbankan masih jauh dibandingkan negara kompetitor.

Baca Juga: Duh, pelaku IKM agro terancam gulung tikar karena kesulitan pasokan gula

"Suku bunga perbankan yang sampai ke kita masih 12,6%, jauh lebih besar dibanding pesaing seperti Vietnam yang 8,7% atau China yang cuma 5,6%," ungkap Soenoto.

Kelima, penegakan hukum atas ilegal logging yang mengganggu stabilitas pasokan bahan baku. Keenam, pengurangan tarif pajak. Ketujuh, pengembangan kluster modern yang terintegrasi terutama di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur sebagai pusat industri furniture dan kerajinan.

Kedelapan, regulasi dan sistem pengupahan yang lebih berkeadilan sehingga mendukung keberlangsungan industri furniture dan kerajinan.

Baca Juga: Kemkop UKM siap beri sanksi ke Koperasi Hanson Mitra Mandiri

Kesembilan, pendidikan dan pelatihan peningkatan kompetensi SDM. Serta terakhir kesepuluh, promosi dan pemasaran serta penetrasi pasar sebagai upaya mengenalkan produk dan meningkatkan citra produk Indonesia. "Tahun ini kami akan menggelar pameran di tujuh negara di Eropa, Timur Tengah dan Asia," jelas Soenoto.

Di Eropa pihaknya akan menggandeng lembaga distributor furniture Eropa yang berpusat di Brussel Belgia dan beranggotakan 100 ribu distributor khusus furniture dan kerajinan.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.


TERBARU

[X]
×