kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45770,67   6,06   0.79%
  • EMAS888.000 0,11%
  • RD.SAHAM -0.17%
  • RD.CAMPURAN -0.05%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.12%

Go-Jek kembali disuntik dana US$ 550 juta


Sabtu, 06 Agustus 2016 / 16:30 WIB
Go-Jek kembali disuntik dana US$ 550 juta

Reporter: Dede Suprayitno, Elisabet Lisa Listiani Putri, Syifa Fauziah | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. PT Go-Jek Indonesia mendapat darah segar lagi. Perusahaan aplikasi transportasi ini baru saja mendapat suntikan dana jumbo.

Bisnis yang dipimpin Nadiem Makarim ini mendapat dana hingga US$ 550 juta atau setara Rp 7,1 triliun (asumsi kurs US$ 1=Rp 13.000) dari beberapa investor global, yakni Kohlberg Kravis Roberts (KKR), Warburg Pincus,  Farrallon Capital, dan Capital Group Private Markets.


Menurut Terence Lee, Direktur KKR Asia, pihaknya  memang tertarik menginjeksi dana segar ke Go-Jek. Sebab,  saat ini, aplikasi ini menjadi salah satu aplikasi transportasi utama di Indonesia.

Go-Jek juga mempunyai beragam layanan yang memudahkan konsumen. "Inilah yang membuat kami ingin bekerjasama dengan Go-Jek," katanya Lee, dalam pernyataan tertulis yang diterima KONTAN, Kamis (4/8).

Jeffrey Perlman, Head of Southeast Asia for Warburg Pincus, menambahkan bahwa pihaknya juga tertarik bergabung dan menginjeksi dana baru ke Go-Jek. Salah satu daya tariknya adalah, dalam satu bulan, aplikasi Go-Jek bisa melayani hingga 20 juta pesanan, baik itu untuk urusan transportasi ojek maupun untuk melayani jasa pengantaran makanan.

Nadiem Makarim, Chief Executive Officer Go Jek Indonesia bakal memanfaatkan suntikan dana ini untuk mengembangkan Go-Jek. "Kami siap bekerjasama dengan mereka," tambah Nadiem.

Andre Soelistio, Chief Financial Officer Go-Jek Indonesi mengklaim, khusus untuk layanan Go-Food, pihaknya mengklaim sudah mengorder 15 juta makanan sejak layanan ini dimulai tahun lalu.

Sayang, Nadiem maupun Andre tidak menjelaskan target bisnis yang dipatok dengan adanya suntikan dana ini. Begitu pula soal berapa besar jumlah dana yang sudah dibelanjakan Go-Jek sejak beroperasi tahun 2015.

Yang jelas, investor global minat investasi ke Go-Jek lantaran perkembangan bisnis internet di Indonesia makin pesat. Saat ini, di Indonesia sudah ada sekitar 88,1 juta pengguna internet. Di samping itu pemakai ponsel pintar atau smartphone sudah mencapai 36% dari total populasi yang mencapai 250 juta.

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.


TERBARU

[X]
×