kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.922.000   20.000   0,69%
  • USD/IDR 17.021   21,00   0,12%
  • IDX 7.067   -117,91   -1,64%
  • KOMPAS100 978   -15,22   -1,53%
  • LQ45 718   -8,76   -1,20%
  • ISSI 253   -4,15   -1,62%
  • IDX30 389   -4,42   -1,12%
  • IDXHIDIV20 484   -3,27   -0,67%
  • IDX80 110   -1,57   -1,41%
  • IDXV30 134   -0,52   -0,38%
  • IDXQ30 127   -1,20   -0,94%

GO-JEK manfaatkan sistem kecerdasan buatan untuk berantas order fiktif


Kamis, 14 Februari 2019 / 18:10 WIB


Reporter: Dityasa H Forddanta | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Manajemen GO-JEK telah membangun sistem kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) guna memberantas sindikat order fiktif. Dengan sistem ini, penyedia aplikasi transportasi daring asal Indonesia ini mampu mendeteksi fenomena yang populer dengan sebutan order "tuyul" tersebut dengan akurasi tinggi.

GO-JEK menyatakan sistemnya mampu tangkal order fiktif sebelum sampai ke aplikasi mitra driver dan memiliki tingkat akurasi deteksi penggunaan GPS palsu hingga 98%. 
"Salah satu keberhasilan sistem kami adalah mengindentifikasi order fiktif yang kemudian kami laporkan untuk ditangkap dan ditindak secara hukum oleh Polda Metro Jaya," ujar  Hans Patuwo, Chief Operation Officer GO-JEK dalam keterangan tertulis, Kamis (14/2).

Baru-baru ini Unit Cyber Crime Polda Metro Jaya menjerat sindikat pelaku order fiktif berdasarkan laporan yang GO-JEK yang diajukan pada 28 Januari 2019. Beberapa oknum berhasil dibekuk karena terbukti bertindak sebagai koordinator sindikat pelaku order fiktif yang telah mengganggu ketenangan mitra driver GOJEK dalam mencari nafkah.

“Kami sangat mengapresiasi keberhasilan Polda Metro Jaya dalam mengungkap kasus ini. Laporan dan bukti-bukti yang kami berikan, diproses dengan cepat sehingga sindikat pelaku order fiktif dapat segera ditangkap untuk dilakukan proses penyelidikan lebih lanjut," tutur Hans. 

Ke depan, manajemen GO-JEK berkomitmen akan secara konsisten dan berkala melakukan penerbitan di level mitra yang terbukti menggunakan GPS palsu atau tindak kecerungan yang lain. "Kami melihat bahwa jalur penindakan hukum perlu juga kami ambil sehingga memberikan efek jera,” kata Hans.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×