kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Google & Visa bantu tumbuhkan wirausaha lokal


Jumat, 15 September 2017 / 20:03 WIB


Reporter: Maizal Walfajri, Maizal Walfajri | Editor: Rizki Caturini

KONTAN.CO.ID - Kementerian Perindustrian (Kemperin) menggelar pertemuan dengan pelaku bisnis jasa keuangan dan Fintech dari Amerika Serikat (AS) untuk meningkatkan kerja sama membangun ekosistem digital di Indonesia. 

Acara tersebut, dihadiri beberapa pelaku usaha Amerika Serikat, antara lain perwakilan dari Google, Visa, IBM, Mastercard, MetLife dan Transunion. Di antara mereka ada yang menyatakan minat kerja sama, misalnya Google yang mengusulkan sistem mentoring untuk program penumbuhan wirausaha.

Menperin menyambut baik upaya tersebut, seperti halnya kerja sama dengan universitas yang dilakukan oleh Apple. “Pengembangan SDM merupakan program prioritas pemerintah Indonesia, karena banyak potensi masyarakat menjadi wirausaha,” ucap Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dalam keterangan tertulis kepada KONTAN, Jumat (15/9).

Selanjutnya, dari pihak Visa tertarik dalam pengembangan startup, yang akan difasilitasi Kemperin untuk mengembangkan IKM di dalam negeri. “Marketplace asing yang berniat masuk sebagai fintech, harus kerja sama dengan marketplace lokal,” tegasnya.

Airlangga menyampaikan, berdasarkan hasil studi AT Kearney, pengembangan teknologi dan inovasi akan menguatkan daya saing Indonesia dalam upaya menjadi negara yang produktif di masa depan. Dalam hal ini, kekuatan Indonesia terlihat dari penetrasi internet dan pemakaian ponsel.

“Potensi pengembangan tersebut bisa melalui universitas yang berafiliasi sebagai inkubator, industri manufaktur dengan teknologi tinggi dan menengah, intensitas riset, jumlah peneliti,” jelasnya.

Di samping itu, diperlukan pula pengembangan sumber daya manusia (SDM). “Kemperin telah bekerja sama dengan Tsinghua University Beijing untuk pengembangan SDM dengan pelatihan trainer dan inkubator,” imbuhnya. Kemudian, dibutuhkan skema perdagangan dan iklim investasi global yang mendukung, kebijakan pemerintah, dan daya beli masyarakat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×