kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Pelemahan Rupiah Tekan Material Impor, Metropolitan Land (MTLA) Fokus Jaga Efisiensi


Kamis, 14 Mei 2026 / 20:05 WIB
Pelemahan Rupiah Tekan Material Impor, Metropolitan Land (MTLA) Fokus Jaga Efisiensi
ILUSTRASI. PT Metropolitan Land Tbk (MTLA) (DOK/MTLA)


Reporter: Vina Elvira | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Metropolitan Land Tbk (MTLA) menilai pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) hingga saat ini belum memberikan dampak signifikan terhadap beban utang maupun profitabilitas perusahaan.

Direktur Metropolitan Land, Olivia Surodjo mengatakan, kondisi tersebut didukung oleh struktur pembiayaan perusahaan yang mayoritas masih menggunakan rupiah sehingga eksposur terhadap fluktuasi kurs relatif terbatas.

“Struktur pembiayaan MTLA mayoritas masih menggunakan rupiah, sehingga pelemahan nilai tukar terhadap dolar AS sampai saat ini belum memberikan dampak signifikan terhadap beban utang maupun profitabilitas MTLA,” ujar Olivia, kepada Kontan.co.id, Selasa (12/5). 

Baca Juga: Jumlah Penumpang Garuda Indonesia (GIIA) Meningkat 6,76% di Kuartal I-2026

Ia menyebut MTLA tidak memiliki utang dalam denominasi dolar AS. Sementara penggunaan material proyek komersial yang pembayarannya menggunakan dolar AS juga masih relatif terbatas.

Di sisi lain, MTLA mengakui pelemahan rupiah tetap berdampak terhadap beberapa material konstruksi yang menggunakan komponen impor.  Namun, dampaknya dinilai masih cukup terkendali lantaran sebagian besar material dan pekerjaan konstruksi proyek-proyek perusahaan masih menggunakan produk lokal.

Di tengah tekanan nilai tukar, MTLA tetap optimistis terhadap pencapaian target marketing sales dan kinerja keuangan sepanjang 2026. 

Pihaknya melihat permintaan pasar terhadap produk residensial, khususnya segmen middle dan middle-up untuk pembeli rumah pertama, masih cukup baik dan ditopang kebutuhan hunian yang tinggi.

“Selain itu, kontribusi recurring revenue dari pusat perbelanjaan dan hotel juga menjadi penopang kinerja Perseroan masih on track,” tambahnya.

Dari sisi ekspansi, MTLA menyebut tetap menjalankan strategi pengembangan secara selektif dan terukur. Fokus utama saat ini masih pada pengembangan proyek existing serta peluncuran produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar.

Sementara untuk proyek baru maupun akuisisi lahan, MTLA tetap membuka peluang, namun dilakukan secara hati-hati dengan mempertimbangkan kondisi pasar dan arus kas perusahaan.

Sementara itu, terkait pembiayaan investasi dan belanja modal atau capital expenditure (capex), MTLA menilai dampak pelemahan rupiah masih cukup terkendali. 

“MTLA masih memiliki posisi keuangan yang sehat serta didukung recurring income yang stabil sehingga kebutuhan capex dapat direncanakan dengan baik,” tandasnya. 

Merujuk laporan keuangan perusahaan,   MTLA membukukan pendapatan Rp 362,14 miliar di kuartal I 2026, turun tipis 0,91% dari Rp 365,50 miliar di kuartal I 2025.

MTLA mengantongi laba bersih Rp 62,16 miliar di akhir kuartal I 2026, turun 17,45% YoY dari Rp 75,30 miliar.

Baca Juga: Citra Nusantara (CGAS) Siapkan Capex Rp 60 Miliar pada 2026, Intip Penggunaannya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×