kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.964.000   20.000   1,03%
  • USD/IDR 16.478   102,00   0,62%
  • IDX 7.771   -180,81   -2,27%
  • KOMPAS100 1.082   -24,22   -2,19%
  • LQ45 794   -17,88   -2,20%
  • ISSI 263   -5,59   -2,08%
  • IDX30 412   -9,22   -2,19%
  • IDXHIDIV20 479   -9,02   -1,85%
  • IDX80 119   -3,01   -2,46%
  • IDXV30 129   -3,65   -2,76%
  • IDXQ30 133   -2,74   -2,01%

GOTO, Tencent, dan Alibaba Sepakati Pengembangan Infrastruktur Cloud di Indonesia


Minggu, 10 November 2024 / 22:20 WIB
GOTO, Tencent, dan Alibaba Sepakati Pengembangan Infrastruktur Cloud di Indonesia
ILUSTRASI. GoTo, perusahaan hasil merger antara aplikasi ride hailing Gojek dan e-commerce Tokopedia.


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menandatangani perjanjian dengan Tencent dan Alibaba dari China untuk mengembangkan infrastruktur cloud dan bakat digital di Indonesia.

Pengumuman ini disampaikan oleh GOTO dalam sebuah pernyataan resmi pada Minggu (10/11) mengutip pemberitaan Reuters.

Baca Juga: GOTO Perkuat Kerja Sama Dengan Tencent Cloud dan Alibaba Cloud

Kesepakatan tersebut dicapai dalam Forum Bisnis Indonesia-China di Beijing, yang disaksikan oleh Presiden Indonesia Prabowo Subianto yang sedang melakukan kunjungan kenegaraan ke China.

CEO GOTO Patrick Walujo mengatakan, melalui kerja sama dengan Tencent Cloud dan Alibaba Cloud, GOTO berkomitmen untuk memastikan keamanan dan ketahanan platformnya, sekaligus memperkuat ekonomi digital Indonesia melalui investasi besar dalam infrastruktur cloud dan pelatihan untuk mengembangkan bakat digital lokal.

Sebagai bagian dari komitmen senilai sekitar US$500 juta hingga tahun 2030, unit cloud Tencent akan membangun pusat data internet ketiga di Indonesia, pasar ekonomi terbesar di Asia Tenggara.

Baca Juga: Bisnis Fintech GOTO Melesat pada Kuartal III, Begini Prospeknya

Sementara itu, Alibaba Cloud akan berfokus pada pengembangan talenta, dengan target menggandakan jumlah trainee AI dan cloud di Indonesia menjadi 800.000 orang hingga tahun 2033, serta membangun pusat keterampilan di dalam negeri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] AI-Powered Scenario Analysis AYDA dan Penerapannya, Ketika Debitor Dinyatakan Pailit berdasarkan UU. Kepailitan No.37/2004

[X]
×